Melihat Kampung Ponggalan sebagai Kampung Tangguh Nusantara di Jogja

BANYAK cara dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Banyak yang menilai, cara efektif mencegah penularan justru dari lingkungan masyarakat terkecil mulai dari keluarga, RT, RW atau kampung. Nah, di Kota Jogja, Kampung Ponggalan yang berada di Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo terpilih menjadi salah satu Kampung Tangguh Nusantara di Kota Pelajar.

Kampung Ponggalan sendiri tepat berada di tepi Sungai Gajah Wong. Salah satu sungai terbesar di DIY. Dahulunya, kawasan ini merupakan kawasan kumuh, maklum saja lokasinya tidak jauh dari Terminal Bus Giwangan.

“Dahulu tempat ini kumuh, kotor, tempat pembuangan berbagai macam sampah, baik sampah rumah tangga hingga sampah pabrik. Termasuk tempat pembuangan barang-barang sisa medis. Bahkan juga dijadikan sebagai tempat prostitusi,” tutur Ketua Forsidas (Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai) Gajah Wong, Purbudi Wahyuni, Kamis (9/7).

Purbudi merupakan warga asli kampung tersebut. Dia pun tahu persis bagaimana kawasan yang didiami lebih dari 300 KK yang tinggal di 2 RW dan 3 RT tersebut dahulunya menjadi langganan banjir. Puncak-puncaknya pada 2010 ketika terjadi banjir besar di kawasan itu.

“Mulai dari itulah seperti momentum saya dan beberapa warga kampung disini bergerak untuk mengubah kampung tempat tinggalnya menjadi lebih baik. Lambat laun, berkat usaha yang dilakukan, perubahan menuju arah yang baik pun terwujud. Meski diakuinya tak sedikit juga tetangga sekitarnya yang merasa tidak senang dengan perubahan tersebut,” papar wanita berhijab itu.

Kampung Ponggalan pun berubah, dari dahulu yang menjadi kampung terkotor sekarang menjadi salah satu kampung terbesih dan rapi dengan sejumlah fasilitas pendukungnya. Hingga akhirnya pagi tadi resmi ditetapkan sebagai salah Kampung Tangguh Nusantara di Kota Pelajar dimana Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar dan jajaran Forkompimda DIY lainnya ikut meresmikan dengan melakukan panen ratusan kg ikan nila di kampung tersebut.

“Ada 6 parameter ketangguhan yang sudah dimiliki kampung ini sehingga kami ditetapkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara,” lanjut dia.

Jenis ketangguhan tersebut, ungkap Purbudi yaitu Tangguh Kesehatan, Tangguh Sosial Ekonomi, Tangguh Kamtimbas, Tangguh Pendidikan, Tangguh Pariwisata dan Tangguh Informasi. Untuk Tangguh Kesehatan misalnya, jelas dia, di Kampung Ponggalan sudah terdapat posko kesehatan dengan sarana APD lengkap dimana tenaga medis berasal dari warga setempat, lalu tia rumah memasang tempat cuci tangan dan sabun, hingga warga telah mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19. Kemudian Tangguh Kamtibmas misalnya, dengan pelibatan warga dalam Siskamling, pemasangan CCTV di 13 titik, terdapat posko check point di pintu masuk kampung dan tiap kampung dibuat 1 pintu masuk dan keluar.

“Hasilnya cukup baik karena Maret lalu saja wilayah Giwangan masih dinyatakan sebagai zona merah Corona, namun saat ini karena kepedulian warga maka sudah turun menjadi zona hijau,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda DIY Kombes Pol Anjar Gunadi mengatakan di wilayah DIY sudah ada 5 kampung sebagai pilot project Kampung Tangguh Nusantara. Diharapkan masyarakat bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan baru dalam menghadapi Covid-19, saling peduli dan saling menjaga. Selain itu perlu dijalin sinergi dengan berbagai pihak agar dapat mendukung terwujudnya Kampung Tangguh Nusantara.

“Sehingga peran Bhabinkamtibmas diperlukan sebagai ujung tombak dalam mewujudkan Kampung Tangguh Nusantara,” lanjut Anjar.

Menurut dia, dengan penerjunan para Bhabinkamtibmas diharapkan dapat lebih mendisiplinkan warga dalam mematuhi protokol kesehatan sebagai langkah penanggulangan wabah Covid-19. Untuk itu sangat diperlukan seorang Bhabinkamtibmas yang mampu berinovasi dalam memotivasi masyarakat mewujudkan Kampung Tangguh Nusantara.

“Dengan dicanangkannya Kampung Tangguh Nusantara tentu akan meningkatkan partisipasi dan ketangguhan masyarakat dalam mengelola risiko bencana lokal. Teruslah untuk tetap bekerja dan berkarya, berikan kontribusi yang maksimal untuk institusi,”tandas dia.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan