SM/Raditia Yoni Ariya - Polisi menunjukkan tersangka Harlin (27) residivis yang tertangkap melakukan pencurian sepeda motor di Mapolres Temanggung, kemarin.

TEMANGGUNG, SM Network – Akibat hendak kabur dan melawan petugas, seorang residivis kasus curanmor bernama Herlin (27), terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas. Warga Desa Kundisari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung ini untuk kesekian kali harus berurusan dengan polisi karena tak jera mengulangi perbuatannya mencuri sepeda motor.

Kapolsek Ngadirejo Iptu Marimin mengatakan, dalam menjalankan aksinya Harlin dibantu rekannya Eka yang kini menjadi buron polisi. Dua pemuda ini melakukan aksi pencurian di Giripurno saat ada latihan kuda lumping beberapa waktu lalu di Balai Desa Giripurno. Mereka memanfaatkan kelengahan pemilik bernama Mufahidul Alwan, yang sedang asyik berlatih menari kuda lumping.

“Tersangka memang sudah merencanakan aksi pencurian, dimana telah membawa bekal kunci T untuk membandrek starter motor korban. Saat korbannya lengah, maka sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AA-4736-GY langsung dibawa kabur. Korban baru sadar sepeda motornya hilang saat mau pulang,”ujarnya kemarin.

Menurut Marimin, berbekal keterangan saksi polisi bergerak melakukan upaya pencarian. Petunjuk didapatkan karena ada saksi yang melihat pelaku mengendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi AA-4736-GY. Hasil penyelidikan pelaku mengarah pada tersangka Harlin yang merupakan residivis kasus sama pada tahun 2015.

“Kita tangkap pelaku di rumahnya, dan barang bukti masih ada karena belum laku dijual. Termasuk sepeda motor yang digunakan untuk melakukan aksi beriku kunci T kita amankan. Tapi satu rekannya EK, masih kita buru karena dia sudah keburu melarikan diri,”katanya.

Sementara itu, tersangka Harlin mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian lagi karena tidak punya pekerjaan, sedangkan untuk kesehariannya dia membutuhkan uang untuk memenuhi hajat hidupnya. Rasa frutrasi itu membuat dirinya semakin nekat.

“Saya terpaksa mencuri lagi pak, karena ndak ada duit buat kebutuhan sehari-hari. Saya tidak kerja, tahu sendirilah jaman kayak gini caru kerja juga susah Pak,”katanya. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya Harlin masih harus mendekam di sel tahanan Mapolres Temanggung guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.


Raditia Yoni Ariya