Melalui SLI, Petani Diharap Mampu Kenali Fenomena Iklim

MUNGKID, SM Network – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) bagi petani tomat di Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak, Senin (03/08).

Kegiatan yang diikuti 27 petani Ngablak dan 3 PPL Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, dilakukan agar para petani dapat mengetahui ilmu tentang cuaca dan iklim, agar pada saat terjadi perubahan iklim. Dalam hal ini para petani dapat mengantisipasi berbagai hal seperti persiapan tanaman yang sesuai, mengantisipasi serangan hama maupun gagal panen akibat kekurangan air.

“Tujuannya agar produksi panennya lebih tahan, tangguh terhadap fenomena iklim yang semakin tidak terduga,” jelas Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Romza Ernawan membuka SLI dengan tanam perdana tanaman tomat.

Dwi Korita juga berharap dengan digelarnya kegiatan ini kesejahteraan petani semakin meningkat. Ia juga menjelaskan seiring berjalannya waktu, kalender pertanian Jawa Pranoto Mongso, semakin sulit diterapkan pada perubahan iklim global saat ini. Kemajuan teknologi dan transportasi juga berpengaruh terhadap perubahan iklim saat ini.

“Jaman dulu banyak para petani yang menggunakan kalender Jawa Pranoto Mongso. Dan itu titis. Namun seiring berkembangnya kemajuan teknologi dan industri, bumi kita ini semakin panas karena banyak gas CO2 di atmosfer yang menyebabkan panas matahari tidak bisa keluar. Hal itu menyebabkan perubahan iklim yang tidak menentu,” jelasnya.

Menurutnya, para petani juga harus beralih dari konfensional ke digital untuk membuka, membaca iklim sebelum tanam melalui media resmi BMKG. Melalui aplikasi itu petani dapat melihat potensi cuaca pada tujuh hari kedepan.

“Dalam aplikasi info BMKG kita bisa melihat cuaca tujuh hari kedepan seperti apa, suhunya berapa hujannya bagaimana, kecepatan anginnya bagaimana. Itu semua akan bisa diketahui,” paparnya.

Kepala Stasiun Iklim Kelas I Semarang, Tuban Wiyoso, juga mengungkapkan bahwa Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Tanaman Tomat ini merupakan kerjasama BMKG dengan Pemerintah Kabupaten Magelang dan Anggota DPR RI Komisi V, Sujadi.

SLI Tomat ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan yang meluas ke hortikuktur melalui pengolahan iklim. Disini petani diharapkan mampu melakukan adaptasi terhadap iklim ekstrim seperti banjir dan kekeringan.

“SLI dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani memanfaatkan informasi iklim cuaca dalam pertanian,” ujar Tuban.

Semantara itu Bupati Magelang Zaenal Arifin, yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Romza Ernawan mengungkapkan wilayah Kabupaten Magelang memiliki luas 1800 hektar, terbagi dalam 21 kecamatan, 367 desa dan 5 kelurahan. Lahan sawah yang diolah petani 27 ribu hektar dan lahan kering 39 ribu hektar.

“Secara kumulatif 70 persen luas lahan di Kabupaten Magelang digunakan di sektor pertanian yang dikerjakan 57 persen”, terangnya.


Dian Nurlita/Ita

7 Komentar

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

  2. I always spent my half an hour to read this web site’s articles or reviews daily along with a mug of coffee.

  3. 641373 33399Hi this is somewhat of off topic but I was wondering if blogs use WYSIWYG editors or if you need to manually code with HTML. Im starting a weblog soon but have no coding information so I wanted to get guidance from someone with experience. Any aid would be greatly appreciated! 424017

  4. 521460 912451educator, Sue. Although Sue had a list of discharge instructions in her hand, she paused and 921672

  5. 795804 582805Dead written subject matter, Truly enjoyed reading by means of . 646863

Tinggalkan Balasan