Mayat Wanita di Kebun Tebu, Ternyata Korban Pembunuhan


MUNGKID, SM Network – Setelah sebelumnya warga Dusun Semampir, Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan, Senin (14/9).

Saat ditemukan oleh warga, mayat dalam keadaan sudah membusuk dan dalam kering. Dalam kurun waktu kurang dari 1×24 jam, tim Kepolisian Kabupaten Magelang berhasil mengungkap kasus tersebut. Selanjutnya berdasarkan hasil olah TKP sampai mengidentifikasi, saat itu ada dugaan korban meninggal karena dibunuh.

“Pihak penyidik dari olah TKP, kemudian identifikasi, sampai mencari pelakunya Alhamdulillah bisa terungkap. Modusnya karena masalah utang piutang yang tidak dibayarkan oleh korban,” jelas Kapolres Magelang AKBP Ronald A.

Purba saat Konferensi Pers Ungkap Kasus di aula Polres Magelang, Rabu (16/9). Saat dimintai keterangan, AKBP Ronald menambahkan bahwa diduga ada hubungan asmara dalam kasus tersebut.

“Untuk motif lain masih kami dalami informasinya ada hubungan asmara. Tetapi kita tidak bisa membuktikan sampai ke sana. Yang jelas korban dengan tersangka ini memiliki hubungan kenal,” terangnya.

Proses pembunuhan sendiri terjadi di rumah tersangka. “Korban datang ke rumah tersangka. Dan di rumah tersangka ditagih lah utang itu tadi, yang menyebabkan tersangka emosi. Sehingga tersangka langsung membunuh korban,” ujar AKBP Ronald.

Dari hasil keterangan tersangka benar telah melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara saat korban tiduran terlentang dikamar tersangka, selanjutnya tersangka menanyakan terkait hutang uang sejumlah Rp. 3,5 juta ke korban, namun dijawab.

“Sabar mas rausah crewet aku lagi golek. Kemudian tersangka langsung menindih korban, dan mencekik leher korban,” ujarnya.

Selanjutnya setelah korban lemas dan dipastikan sudah meninggal, tersangka menyeret korban dengan cara dibopong, namun karena tersangka tidak kuat, dan sempat terjatuh dibelakang rumah, selanjutnya korban diseret dengan dipegangi kakinya kearah kebun tebu yang berada sekitar 20 meter dari pojok belakang rumahnya.

“Sementara barang-barang korban diambil oleh pelaku. Baik itu perhiasan, handphone, dan uang,” kata Kapolres.

Hasil sementara berdasarkan keterangkan dari para saksi dan tersangka, kejadian pembunuhan ini terjadi sekitar Kamis (3/9). “Jadi prosesn pembunuhan sampai penemuan sampai penemuan selama 11 hari,” terang Kapolres.

Diketahui korban berinisal TU (29) merukapan warga Desa/Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Tersangka sendiri berinisial FL (23) merupakan warga Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Sementara saat tersangka dimintai keterangan oleh awak media, ia mengaku membunuh korban secara spontan.

“Seketika spontan saja. Ditagih dia menjawab dengan nada tinggi. Kenal dari 2019. Hutang katanya buat modal usaha sebesar Rp 3,5 juta. Hubungannya pacar, sudah tahu kalau dia punya suami,” ujar tersangka.

Atas kejadian tersebut, saat ini dilakukan penahanan terhadap tersangka FL dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Atas perbuatanya pelaku di jerat dengan Pasal 338 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Tinggalkan Balasan