SM/Dananjoyo : Suasana santai warga pengungsi Gunung Merapi di Barak Pengungsian di Lapangan Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DIY, Jumat (27/11).

JOGJAKARTA, SM Network – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (BPBD DIY) melarang masyarakat umum masuk ke area barak pengungsian darurat bencana erupsi Gunung Merapi. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto, di Sleman, Jumat (27/11).

“Masyarakat umum tidak boleh mendekat ke area barak pengungsian, apalagi sampai masuk ke dalam barak yang sudah disekat-sekat. Ini sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di tempat pengungsian,” katanya.

SM/Dananjoyo : Suasana santai warga pengungsi Gunung Merapi di Barak Pengungsian di Lapangan Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DIY, Jumat (27/11).

Apabila ada masyarakat yang hendak memberi atau menyalurkan bantuan kepada para pengungsi harus melalui posko.

“Jika bantuan nilainya besar, maka bantuan bisa melalui Dinas Sosial, baik Dinas Sosial Provinsi DIY maupun Dinas Sosial Kabupaten Sleman,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk bantuan yang berasal dari kelompok masyarakat yang nilainya tidak terlalu besar, maka bantuan bisa disalurkan melalui Posko Utama BPBD Sleman yang ada di Jalan Kaliurang, Pakem.

“Sedangkan bantuan dari perseorangan, bisa diberikan melalui posko yang ada di lapangan samping barak pengungsian Glagaharjo,” tambahnya.

Nantinya semua bantuan tersebut akan didata secara lengkap dan kemudian didistribusikan kepada pengungsi.

Pihak BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sleman untuk melakukan tes cepat Covid-19 kepada semua relawan dan petugas yang membantu penanganan pengungsi guna memastikan mereka tidak menularkan virus di barak pengungsian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here