Masker Batik Parijotho Angkat Kekhasan Sleman

SLEMAN, SM Network – Masker bisa menjadi pendukung fashion. Tidak melulu polos, masker kini banyak yang didesain dengan motif warna-warni sehingga kian menarik. Salah satu pemilik usaha jahit rumahan asal Sleman, Anita, mengaplikasikan ide kreatif dengan membuat masker dari bahan kain batik parijotho.

Awalnya, warga Perum Sembada Asri, Cebongan Kidul Tlogoadi, Mlati itu memproduksi masker dari kain sisa jahitan. Masker tersebut kemudian didistribusikan untuk kebutuhan para donator dalam kegiatan amal. Lambat laun, khirnya ada juga pesanan dengan motif kain parijotho yang merupakan motif batik khas Sleman.

“Saya ingin sekaligus memasyarakatkan batik parijotho kepada masyarakat luas,” tutur perempuan 40 tahun itu.

Dalam sehari, Anita mengaku dapat menjahit masker sebanyak 100 buah. Jika pesanan cukup banyak, dia meminta bantuan temannya sesama penjahit.

Diakui Anita, pembuatan masker ini adalah caranya untuk bertahan di tengah situasi pandemi corona yang turut memukul usaha menjahitnya. Sejak wabah corona merebak sekitar satu bulan terakhir, order jahitan di tempatnya menurun drastis bahkan boleh dibilang hampir tidak ada pesanan baju ataupun kebaya. Padahal biasanya, tiga bulan menjelang Idul Fitri sudah banjir pesanan dari pelanggan.

Adanya anjuran pemerintah untuk mengenakan masker ketika berada di luar rumah, membuatnya semakin bersemangat menjahit masker parijotho. “Saya tidak mengambil banyak keuntungan dari produk masker ini, karena niatnya juga ingin membantu masyarakat yang sedang kesulitan memperoleh masker,” ucapnya.
Masker buatan Anita terdiri dari dua lapis kain yang

Diberi lubang di bagian atasnya untuk memasukkan tisu sehingga bisa benar-benar memproteksi virus corona.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan