Masjid Sebagai Pusat Kemasyarakatan

PURWOREJO, SM Network – Masjid yang selama ini dikenal sebagai tempat ibadah umat muslim, ternyata memiliki fungsi yang lebih luas. Rumah ibadah ini sebenarnya memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat di era kenabian.

Untuk lebih memakmurkan masjid, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Istiqomah Kelurahan Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan, memiliki program menjadikan masjid sebagai tempat sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat.

Hal itu termotivasi oleh sejarah peran masjid pada zaman kenabian dan kekhalifahan, dimana masjid selain menjadi tempat ibadah, juga dimanfaatkan sebagai pusat pemerintahan. Bahkan, banyak permasalahan yang dipecahkan di masjid, oleh para khalifatullah.

Ketua DKM Al Istiqomah Drs Suhirman, mengungkap masjid sebagai pusat kegiatan umat muslim, harus mendapat perhatian besar dari masyarakat. Pasalnya, sarana masjid yang memadai dapat menunjang fungsi masjid itu sendiri.

“Masjid adalah tempat membangun peradaban umat. Selain untuk salat lima waktu dan sunah, katanya, bangunan masjid sangat layak untuk selenggarakan kegiatan lainnya,” katanya, usai meresmikan Masjid Al Istiqomah Perum Korpri Abdinegara Sucen Juru Tengah, Sabtu (8/8).

Masjid Al Istiqomah, lanjutnya, dibangun senyaman mungkin sehingga umat Islam betah berada di dalamnya. DKM Al Istiqomah juga sudah berencana menyelenggarakan aktivitas pemberdayaan seperti pelatihan wirausaha dan pendidikan untuk memberantas kebodohan.

“Tentunya, tetap dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan. Masjid ini dilengkapi tata lampu yang baik, sehingga kalau malam sangat terang, mungkin semacam Nabawinya perumahan. Masjid ini akan jadi ikon di Sucen,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Suhirman menyebutkan, pembangunan Masjid Al Istiqomah merupakan pembangunan kembali masjid perumahan, diinisiasi dan swadaya masyarakat. Masjid ini selesai dibangun dengan anggaran Rp 1,1 miliar, dimulai sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2020.

Peresmian dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Setda Purworejo Gentong Sumharjono, disaksikan pengurus DKM dan warga. “Saya mewakili Pemkab, memberi apresiasi yang tinggi kepada warga Sucen, atas sumbangsih mereka dalam menyelesaikan pembangunan masjid,” ujarnya.

Ketua Panitia Pembangunan, Agus Suroto, mengatakan renovasi dilakukan sesuai standar pembangunan masjid. Lantai masjid berukuran 22 x 18 meter itu ditinggikan 110 centimeter dari muka tanah.

“Sebelumnya (direnovasi) dulu masjid pernah kebanjiran, maka sekarang harapannya sudah tidak kemasukan air lagi karena dibangun lebih tinggi dari rumah dan jalanan di sekitarnya,” ungkapnya.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan