Masjid di Desa Zona Hijau Diizinkan Dibuka

PEJAGOAN, SM Network – Bupati Kebumen Yazid Mahfudz mengizinkan warganya kembali melaksanakan salat Jumat di masjid, menyusul adanya penutupan gegara korona. Namun, izin tersebut hanya diberikan kepada desa-desa yang masuk zona hijau Covid-19.

“Terkait Jumatan, untuk daerah hijau sudah diperbolehkan. Namun protokol kesehatan tetap harus dijalankan,” tegas Yazid, usai memberikan pengarahan kepala desa di sela-sela meninjau pelaksanaan rapid test massal di Pasar Keputihan Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, Kamis (3/6).

Dia menjelaskan, rumah ibadah yang diizinkan untuk dibuka harus dijamin berada di area yang aman dari pandemi Covid-19. Artinya, jika di sekitar rumah ibadah tersebut terdapat kasus Covid-19, maka tidak akan diizinkan untuk dibuka.

Penerapannya juga wajib menggunakan protokol kesehatan, mulai dari pengecekan suhu badan, menyediakan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer.

Kemudian pengguna rumah ibadah wajib menggunakan masker dan menjaga jarak minimal satu meter serta menghindari kontak fisik. Ibadah dilakukan dalam waktu singkat tanpa mengurangi kesempurnaan ibadah.

“Kegiatan selain ibadah dilarang dan tidak berlama-lama di dalam rumah ibadah. Selain itu, anak-anak dan masyarakat yang sudah lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan dilarang untuk datang ke tempat ibadah. Hanya warga setempat yang boleh mengikuti ibadah,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, rapid test massal diselenggerakan di empat lokasi, yaitu di Pasar Jatisari Kebumen, Pasar Keputihan Pejagoan, Pasar Tlogopragoto Mirit dan Pasara Karangcangkring Bonorowo.

Hadir Sekda Ahmad Ujang Sugiono, Kepala Dinas Pendidikan Dwi Budi Satrio, Kepala Satpol PP R Agung Pambudi, Plt Kalakhar BPBD Teguh Kristiyanto, serta sejumlah pejabat lainnya.


Arif Widodo

Tinggalkan Balasan