SM/Dananjoyo : Warga lereng Gunung Merapi melakukan evakuasi hewan ternak milik mereka, di Dusun Kali Tengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DIY, Jumat (13/11).

JOGJAKARTA, SM Network – Sudah sepekan sejak dinaikkan status Gunung Merapi menjadi Siaga (Level III), warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Kali Tengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, masih memindahkan ternak mereka. Sebagian dievakuasi ke kandang yang didirikan oleh Pemkab di kawasan hunian tetap, namun ada juga dipindahkan ke sanak saudaranya sendiri, yang lokasinya lebih aman dan jauh dari Gunung Merapi.

Panewu (Camat) Cangkringan Suparmono mengatakan ternak sapi yang masih di kawasan warga mengungsi terhitung masih ratusan ekor.

“Jumlah ternak mencapai 290 ekor, sampai Rabu kemarin baru turun 63 ekor, sebagian besar masih di kandang komunal Singlar beberapa di pindah ke tempat keluarga,” katanya.

SM/Dananjoyo : Warga lereng Gunung Merapi melakukan evakuasi hewan ternak milik mereka, di Dusun Kali Tengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DIY, Jumat (13/11).

290 ekor ternak warga tersebut terdiri atas sapi perah 90 ekor dan 200 lainnya merupakan sapi potong.

Ia menambahkan, warga tidak ingin kejadian 2010 terulang. Hanya saja untuk evakuasi ternak tidak bisa cepat, dan harus menyediakan tempat yang representatif.

“warga sudah diungsikan namun ternaknya masih tertinggal. Akibatnya, ketika ada erupsi, banyak ternak milik warga yang mati”, tambahnya.

Salah seorang warga, Pardi (35) mengatakan memilih menitipkan sapinya ke tempat penampungan karena kondisinya tidak menentu. Pada Erupsi Merapi 2010, enam ekor sapi miliknya mati.

“Ada enam ekor yang saya titipkan. Saya tidak ingin kejadian 2010 terulang, kalau pakan sudah siap,” katanya.