Masa Pandemi, Museum BPK RI Hadirkan Layanan Virtual


MAGELANG, SM Network – Menjadi keprihatinan Museum BPK RI dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, termasuk di Kota Magelang, 11-25 Januari 2021. Namun, kondisi ini bukan berarti Museum BPK RI berhenti melayani pengunjung. Hanya saja, pelayanan bukan dengan konvensional berupa tatap muka, tapi secara virtual.

Kepala Museum BPK RI Kota Magelang, Dicky Dewarijanto mengatakan, pengunjung museum diarahkan untuk menikmati program “Layanan Virtual Museum” selama masa PPKM. Sehingga, masyarakat yang ingin ke museum tidak harus ke lokasi, tapi cukup melalui program ini.

“Kami sudah tutup operasional secara offline sejak bulan Maret 2020 sesuai arahan pusat. Walaupun tutup secara operasional, kami tetap melayani pengunjung secara virtual dengan program Layanan Museum Virtual. Layanan ini sudah berjalan selama tiga bulan sejak Oktober 2020 lalu,” ujarnya di kantornya, belum lama ini.

Dia menuturkan, Layanan Virtual Museum ini dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Zoom. Program ini terbuka bagi instansi seperti sekolah, universitas, dan lainnya.

Dengan layanan virtual museum ini, kata Dicky, pihaknya tetap bisa melayani pengunjung tanpa kenal jarak dan waktu. Ia menyebut banyak pengunjung dari luar Jawa yang mengikuti program ini.

“Meski begitu, kami akui jumlah pengunjung turun drastis sejak pandemi berlangsung. Sisi lain, kami bersyukur masih bisa melayani pengunjung meski secara daring,” katanya.

Dia menambahkan, selain pelayanan pengunjung yang dilakukan secara online, dalam menghadapi pandemi ini, saat sekarang sesuai arahan BPK Pusat dan Gubernur Jawa Tengah untuk Kota Magelang, pihak museum juga membatasi pegawainya untuk Work Form Office (WFO) menjadi 25% dan 75% untuk pegawai Work From Home (WFH).

“Untuk perawatan museum kami masih terus lakukan selama pandemi ini dengan menyemprotkan disinfektan di setiap ruangan seminggu sekali,” tuturnya.

Museum yang ada di dalam Kompleks Eks Bakorwil Kedu-Surakarta ini sebenarnya sudah bisa membuka operasionalnya kembali, karena telah memperoleh rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kota Magelang. Namun, pengelola museum tidak ingin terburu-buru melakukan hal tersebut dan memilih menunggu arahan dari BPK Pusat dan melihat kondisi lingkungan terkini di Kota Magelang.

“Meski masih tutup, kami sudah mempersiapkan peraturan jika nantinya sudah dibuka. Seperti jam operasional, sistem pemanduan, dan pembatasan pengunjung menjadi hanya 50% di setiap ruangan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan