Masa Pandemi, Capaian PBB-P2 2020 Lampaui Target

MAGELANG, SM Network – Meski pandemi Covid-19, capaian pendapatan daerah dari Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) tahun 2020 tetap melampaui target. Selama tahun 2020 mampu terealisasi 113,29 persen atau Rp 6,3 miliar dari target Rp 5,6 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Wawan Setiadi mengatakan, realisasi yang melampaui target ini menunjukkan kesadaran wajib pajak tergolong tinggi. Terlampauinya realisasi ini tidak hanya terjadi di tahun 2020 saja, tapi sudah sejak tahun 2013 lalu.

“Sejak pengelolaan PBB-P2 diserahkan ke Pemkot Magelang dari KPP Pratama Magelang pada 2013 lalu menunjukkan tren kenaikan. Tahun 2013, target Rp 3,5 miliar terealisasi Rp 4 miliar atau naik 115 persen. Kalau dirata-rata, sejak 2013 sampai 2020 capaian target sebesar 116,6 persen,” ujarnya saat Penyerahan Simbolis SPPT PBB-P2 tahun 2021 di Ruang Sidang Pemkot Magelang, Senin (1/2).

Dia menuturkan, tahun 2021 ini ada kenaikan objek pajak dari tahun lalu, yakni 36.849. Sedangkan tahun 2020 lalu sebanyak 36.770 objek pajak. Adapun rincian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB-P2 2021, meliputi Kecamatan Magelang Selatan sebanyak 12.657 dengan ketetapan Rp 2,7 miliar.

Berikutnya, Kecamatan Magelang Tengah 11.982 dengan ketetapan Rp 2,5 miliar dan Kecamatan Magelang Utara 12.210 dengan ketetapan 1,7 miliar.

“Jadi total SPPT Kota Magelang tahun 2021 adalah 36.849, dan total ketetapan PBB-P2 sebesar Rp 7,1 miliar,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kota Magelang yang sudah patuh membayar PBB-P2. Hal ini merupakan pencapaian bagus yang harus dipertahankan di masa yang akan datang.

“Terimakasih pamong, camat dan lurah, sebagai ujung tombak kaitannya dengan pembayaran PBB-P2 ini. Sejak pengelolaannya diserahkan Pemkot Magelang capaiannya selalu lebih dari 100 persen,” ungkapnya.

Dia meminta para pemangku wilayah hingga tingkat RT/RW untuk berperan aktif melayani masyarakat sebaik-baiknya.

“Kesadaran masyarakat ini tinggi. Maka, layani betul rakyat. Karena kepercayaan ini tidak gampang. Yang sudah baik harus dipertahankan. Pendapatan dari pajak ini dikembalikan lagi ke masyarakat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan