Mas Koko Jumpa Darat, Peluang Kotak Kosong Menang Dibeberkan

KEBUMEN, SM Network – Keberadaan kotak kosong pada Pilkada 2020 di Kebumen tak lagi dipandang sebelah mata. Hal itu diketahui dari semangat arus bawah yang tergabung dalam masyarakat kotak kosong (Mas Koko) menggelar jumpa darat sekaligus pembentukan pengurus di Rumah Makan Pring Wulung Jalan Kutoarjo Kebumen, Sabtu (19/9) malam.

Dalam pertemuan yang diikuti sekitar seratus peserta itu juga dibeberkan peluang kotak kosong menang pada perhelatan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Selanjutnya dijadikan tagline “Kotak Kosong Menang, Kebumen Kondang”.

“Peserta yang hadir dari perwakilan Kebumen wilayah Barat, Timur, Utara dan Selatan. Sambutannya luar biasa walau persiapan penyelenggaraan acara ini cukup mendadak,” kata Ketua Panitia Pawito.

Suasana semarak saat digaungkan yel-yel Mas Koko. Sebelumnya mereka juga serempak menyanyikan mars Mas Koko dengan iringan solo organ. Salah satu inisiator Mas Koko, Prasetya Panggih menandaskan, kotak kosong adalah kita. Diakui, keberadaannya yang sah dan konstitusional tak bisa dibendung hingga menjadi fenomenal seperti sekarang.

Pihaknya pun meluruskan berbagai macam tudingan dan caci maki terhadap pendukung kotak kosong yang dianggap negatif seraya menyinggung penciptanya sebagai pihak yang abai. Dalam hal ini para elite parpol yang telah menciptakan kotak kosong sebagai konsekuensi adanya calon tunggal.

“Jika demikian, apakah parpol memang tidak punya figur atau mereka tidak berani bertarung?,” ucapnya.

Panggih yang mantan ketua Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) Kebumen itu lantas menjelaskan demokrasi di Indonesia terdapat batasan pencalonan 20 persen kursi legislatif.

Menurutnya, dengan hanya ada satu pasangan calon pada Pilbup Kebumen, artinya tidak ada satupun wakil rakyat yang menyerap aspirasi masyarakat. Praktis, calon tunggal yang ada menjadi perwakilan para elite. Sedangkan masyarakat diabaikan.

“Makanya kita bergerak. Kita mewakili masyarakat yang menginginkan perubahan. Jika kotak kosong menang dan diisi plt oleh gubernur, tentu pembangunan akan lebih berkesinambungan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Mantan Anggota DPRD Kebumen Ma’rifun Arif menandaskan, sebagai masyarakat, kita berhak menentukan pilihan dalam Pilbup tanpa ada intervensi.

Gerakan membumikan Mas Koko melalui jumpa darat pun menjadi mementum bagi Kebumen untuk bangkit. Hal senada disampaikan sejumlah tokoh yang hadir dengan menekankan untuk memilih kotak kosong atau kolom tanpa gambar pada surat suara nanti.

Masyarakat juga dianjurkan tidak golput. Tampak tokoh masyarakat Amir Gatot dan Gatot Edy Basuki larut dalam diskusi di tempat acara tersebut.

Tinggalkan Balasan