Mantan Sekda Jateng Sri Puryono Pimpin DPD LPM

TEMANGGUNG, SM Network – Mantan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Prof Sri Puryono terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Jawa Tengah. Dia resmi memimpin organisasi ini setelah melalui pemilihan dalam musyawarah daerah (musda), sekaligus seminar bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan di Era Industri 4.0”, yang digelar di Pendapa Pengayoman Temanggung, Sabtu (8/3).

Sri Puryono sendiri setelah terpilih berjanji akan segera melaksanakan amanahnya dengan melakukan konsolidasi dan pembentukan DPD LPM di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sebab saat ini baru ada perwakilan di 22. Kemudian sesuai visi misinya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat akan bersinergi dengan pemerintah hingga memberikan kritik dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan rakyat, sehingga banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Hari ini dilakukan musda diikuti pelantikan pengurus dan saya dipercaya sebagai ketua umum. Tindak lanjutnya, karena LPM sebagai mitra tidak hanya mengkritisi tapi juga memberikan solusi, dan selalu mendampingi pemerintah untuk mensukseskan pembangunan yang dalam hal ini telah dilaksanakan oleh pemerintah. Di Jawa Tengah masih banyak PR, antara lain kemiskinan, pengangguran, dan mandiri pangan,”ujarnya.

Sebagai mantan birokrat dia paham betul seluk beluk persoalan dari berbagai sendi di Jawa Tengah, sehingga tahu celah mana yang harus dibenahi oleh pemerintah, khususnya di Jateng. Oleh karenanya, kemitraan dengan pemerintah harus senantiasa berjalan beriringan. Untuk memperbaiki kekurangan itu maka harus ada sinkronisasi antara akademisi, bisnis, pemerintah, masyarakat, dan media agar percepatan menuju Indonesia sejahtera bisa segera terwujud.

Tampak hadir dalam Musda DPD LPM Jateng ini antara lain, guru besar Undip Prof Iriyanto Widisuseno, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq, Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali, Kasi Pidus Kejari Temanggung Agung Nugroho, perwakilan Kesbangpol dan sejumlah utusan DPD LPM dari berbagai kabupaten/kota di Jateng, DIY, dan Jawa Barat. Pada kesempatan itu, sekaligus dilantik DPD Pemalang, Demak, Pati, Grobogan, Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Kendal, Pekalongan, Magelang, Temanggung, Blora, Jepara, dan lain-lain.

Wakil Ketua DPP LPM RI, Andien Achza menegaskan, bahwa LPM bukan underbouw partai politik, juga bukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tapi independen murni masyarakat. Tekadnya adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat, maka kepada seluruh pengurus di manapun berada diminta menunjukkan loyalitas dan dedikasinya.   

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq menyambut baik adanya musda dan pelantikan pengurus DPD LPM Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota. Ke depan dia berharap keberadaan LPM benar-benar hidup dan nyata di masyarakat tidak hanya sekadar stempel saja. Adanya musda diharapkan bisa menambah soliditas para pengurus LPM dimanapun berada dan ke depan berkarya untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

“Untuk pengurus yang dilantik, terutama pengurus LPM Kabupaten Temanggung harus bisa bersinergi dengan pemerintah hingga di pelosok desa. Saya harapkan pola hubungan yang baik antara lembaga organisasi bisa mempercepat capaian tujuan kita, yaitu mensejahterakan seluruh masyarakat, memajukan desa-desa di seluruh Indonesia. Kalau desa maju otomatis negara maju, desa kuat negara juga akan menjadi lebih kuat lagi,”katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan yang dibacakan menuturkan, saat ini salah satu persoalan utama di Jawa Tengah adalah kemiskinan yang berada pada posisi kedua terbanyak di Indonesia, yakni secara prosentase pada September 2019 sebesar 10,58 persen atau 3,68 juta orang. Penduduk miskin sebagian besar berada di wilayah pedesaan, untuk itu pemerintah terus berupaya menanggulangi kemiskinan dengan optimalisasi dana desa untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa.  

Ketua Panitia Musda DPD LPM Jateng Sumarna menuturkan,LPM memiliki basis mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi, maka di era industri 4.0 ini jika ada sinergi akan menjadi kekuatan positif untuk Indonesia. Dikatakan, harus ada pemberdayaan masyarakat desa sebab desa merupakan miniatur negara di mana ketika desa itu dibangun menjadi maju maka negara akan maju.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan