MAGELANG, SM Network – Menampilkan pagelaran seni tradsi 3 sanggar keseniaan di Magelang Kota, Komunitas Gulung Gelanggang mendeklarasikan diri sebagai komunitas seni yang mandiri, pada Senin (15/3). Ketiga sanggar seni tersebut terdiri dari Sanggar Adya Gunita, Sanggar Sapto Laras  Budoyo, dan Sanggar Keraton Kencono.

Kepala Sanggar Adya Gunita, Agung Tri Cahya menjelaskan, berdirinya komunitas ini untuk menghidup kegiatan seni budaya di Magelang Kota. Baik secara swadaya maupun bantuan berbagai pihak. Selain itu, untuk menjalin persaudaraan antar sanggar seni di Magelang Kota.

“Kami ingin lebih mandiri dalam mengadakan kegiatan seni budaya, agar tradisi terus bisa bertahan dalam perkembangan zaman,” ujar Agung.

Komunitas Gulang Gelanggang, sebut Agung, terbuka pada semua jenis keseniaan dan sangar seni yang ada. “Kami berharap bisa diikuti oleh sanggar seni lain, supaya dapat mengeksplorasi keseniaan lebih jauh,” katanya.

Jika banyak diikuti oleh sanggar seni lain, jelas Agung, banyak kegiatan keseniaan bisa terselenggara. Baik pertunjukan hingga workshop bersama untuk meningkatkan kapasitas berkesenian.

Sementara itu, Sapto Murdiyono Kepala Sanggar Sapto Laras Budoyo menjelaskan tergerak membangun komunitas tersebut karena kesaaman cara berpikir dengan Agung dan Riyanto Kepala Sanggar Keraton Kencono.

Rencananya, menurut Sapto, komunitas tersebut akan mengadakan pagelaran keseniaan setiap bulan sekali. Hal itu dilakukan agar kegiataan seni terus bergerak setelah dihantam pandemi setahun terakhir.

Pada pagelaran pertama kali yang diselenggarakan di Lapangan Futsal Tuk Songo, komunitas tersebut menampilkan 4 jenis tari tradisional dan satu lakon ketoprak. Selain itu juga menampilkan bintang tamu Sanggar Nirwana dari Kabupaten Magelang.