Malioboro Belum Jadi Klaster

JOJAKARTA, SM Network – Kasus COVID-19 pedagang kaki lima (PKL) pedagang tas dan dompet di zona tiga Malioboro terus bertambah. Hingga saat ini, total penambahan kasus mencapai 18 orang dan terdapat satu kasus yang masih diselidiki.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyebutkan ada tambahan enam kasus baru terkait PKL yang dinyatakan positif pada 4 September 2020 lalu.

“Sebanyak enam tambahan kasus Malioboro yang merupakan keluarga dari kontak erat kasus pertama,” kata Heroe dalam keterangannya.

Keterangan foto : Petugas Jogoboro melakukan himbauan kepada wisatawan untuk mematuhi jalur satu arah bagi pejalan kaki sebagai bagian dari protokol kesehatan, di pedestrian Malioboro, Yogyakarta, kemarin.

Heroe memastikan kasus baru yang muncul belakangan masih dalam kategori riwayat kontak erat dengan kasus pertama. Mereka meliputi anggota keluarga pasien kasus pertama dan rekan sesama pedagang di zona 3 ataupun anggota keluarga yang sempat bergiliran menggantikan berjualan.

Namun demikian, pemkot belum menetapkan kawasan Malioboro sebagai klaster baru virus Corona atau COVID-19. Heroe menyebut bahwa penularan yang terjadi sifatnya masih generasi pertama atau disebut G1.

“Jadi belum bisa kita sebut klaster,” terangnya.

Lebih jauh, Heroe mengaku pihaknya belum menemukan benang merah antara belasan kasus positif terkait PKL penjual tas dan dompet dengan penjual aksesori yang telah diumumkan Pemda DIY pada 15 September 2020 lalu. Heroe menjelaskan sejumlah pedagang mencurigai mereka sempat melakukan salat berjamaah, meskipun informasi itu belum dapat dipastikan.

“Belum sampai kita menemukan kaitannya. Masih ditelusuri, menunggu hasil tracingnya,” pungkasnya.

Keterangan foto : Petugas Jogoboro melakukan himbauan kepada wisatawan untuk mematuhi jalur satu arah bagi pejalan kaki sebagai bagian dari protokol kesehatan, di pedestrian Malioboro, Yogyakarta, kemarin.

Pemkot Yogyakarta juga masih menggencarkan swab test secara acak di kawasan Malioboro. Semua itu untuk melihat sebaran kasus dan kebijakan yang akan diambil terkait hasil swab tersebut.

Diberitakan sebelumnya, temuan kasus positif Corona di Malioboro berawal pada 4 September lalu, saat seorang PKL meninggal dengan status positif COVID-19. Setelah kasus tersebut, Pemkot Yogya terus melakukan tracing.

Hasilnya bertambah enam menjadi 19 kasus pada Sabtu (19/9) kemarin. Sebanyak 19 kasus tersebut terdiri dari seorang PKL yang meninggal (kasus pertama) dan hasil tracing PKL tersebut sebanyak 18 orang.

Tinggalkan Balasan