Petugas menyerahkan bantuan logistik pada mahasiswa yang membutuhkan.(Foto:Suara Merdeka/dok )

YOGYAKARTA, SM Network – Sejumlah kampus mulai memberi bantuan logistik kepada mahasiswa yang tidak bisa mudik. Seperti terlihat di Gelanggang UGM akhir pekan kemarin terlihat antrean mahasiswa mengambil bantuan logistik.

Beberapa petugas tampak menjaga bungkus plastik kresek, menyemprotkan hand sanitizer pada mahasiswa yang antre serta ada yang bertugas mendata kemudian memberikan bungkusan logistik. Salah satu penerima bantuan, Galih Wahyu Setya Anggara mengungkapkan kedatangannya ke gelanggang untuk menerima bantuan logistik dari UGM Ia menyebutkan satu bungkus paket berisi beras, gula, sarden, kecap, sambal, mie instan, roti kering, vitamin, perlengkapan mandi, dan deterjen.

Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Selama hampir satu bulan sejak imbauan social distancing dan belajar di rumah, ia tidak banyak beraktivitas sehingga sangat bersyukur ada program bantuan logistik.

Ia sebenarnya berjualan kurma untuk menambah biaya pendidikan namun karena ada wabah sehingga aktivitasnya terbatas dan tak banyak konsumen yang memesan. Dibantu Sukarelawan Ketua Posko Gelanggang Bergerak 2, Iqbal Tuwasikal, menyatakan bantuan diinisiasi oleh Direktorat Kemahasiswaan UGM.

Bantuan ditujukan kepada mahasiswa yang masih berada di Jogja dan kesulitan memperoleh bahan pangan. ”Ditmawa menyediakan 850 paket yang diberikan kepada mahasiswa yang mulai kesulitan akses logistik pada masa pandemi. Kami dari Gelanggang Bergerak yang bertugas mendistribusikannya, termasuk mendata dan memilah siapa saja yang berhak menerima,” ujar alumus Fakultas Kehutanan UGM tersebut.

Target bantuan logistik yang untuk satu bulan terhitung dari awal April. Kurun waktu tersebut diputuskan oleh pihak Ditmawa. Posko Gelanggang Bergerak untuk periode ini akan ada di lokasi sampai 14 April mendatang.

Posko tersebut ada karena keberadaan sukarelawan dari alumni maupun mahasiswa. Sejauh ini pendistibusian berjalan lancar. Mereka berusaha agar pendistribusian tidak bentrok dengan beberapa fakultas yang secara mandiri juga memberikan bantuan kepada mahasiswa.


Agung PW/Kim

1 KOMENTAR