Mahasiswa asal Jepang Sempat Jalani Perawatan di RSUP Sardjito Jogja

SLEMAN, SM Network – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito Yogyakarta sempat merawat seorang mahasiswa asal Jepang karena terkait penyakit korona yang disebabkan virus Covid-19 itu. Meski sempat dirawat, namun sang mahasiswa asal Negeri Matahari Terbit itu sudah dinyatakan negatif dari penyakit korona.

“Awal Maret ini kami telah merawat seorang mahasiswa asal Jepang dalam dugaan korona. Dia yang tengah melakukan lawatan ke Jogja sempat kami lakukan chek up pada 3 Maret lalu pukul 15.30 setelah didapati suhu tinggi dan batuk-batuk,” tutur Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP dr Sardjito Yogyakarta Banu Hermawan, Senin (9/3).

Banu menjelaskan, ketika masuk, pihak tim medis RSUP langsung memberikan kriteria pengawasan terhadap pasien tersebut. Dasar penetapannya, adalah karena kondisi pasien yang saat itu mengalami demam dan batuk serta berasal dari negara yang masuk dalam daftar positif Covid-19.

“Atas dasar-dasar ini tim medis tetap mewaspadai adanya kemungkinan terjangkit korona. Dia menempati ruang isolasi,” imbuhnya.

Serangkaian pemeriksaan dan pengecekan, ungkap Banu, langsung dilakukan tim medis terhadap mahasiswa asal Jepang itu. Tim medis melakukan lab swab covid dan serum, rontgen dan pemeriksaan laboratorium rutin. Setelah itu sampel dikirim ke Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta dan akhirnya hasil tes dinyatakan negatif Covid-19.

“Saat ini mahasiswa asal Jepang itu sudah tidak panas dan berada dalam kondisi stabil. Dia sudah boleh meninggalkan rumah sakit kemarin (8/3) sekitar pukul 12.30 dan hari ini (kemarin) bersama salah satu gurunya mahasiswa tadi pulang kembali ke negara asalnya,” papar dia.

Banu mengungkapkan, sebelum mahasiswa Jepang berusia 21 tahun tu meninggalkan rumah sakit, dia sempat mengucapkan rasa haru dan terima kasihnya atas perawatan yang dilakukan tim medis RSUP dr Sardjito hingga akhirnya dinyatakan negatif Covid-19.

“Dia senang sekali ketika dinyatakan negatif. Karena saat menjalani serangkaian pemeriksaan, dia mengaku cemas kalau nanti hasilnya positif,” ungkapnya.

Di luar itu, lebih lanjut Banu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menyikapi Covid-19 dengan tenang      dan tidak panik serta rajin mencuci tangan dan selalu membudayakan hidup sehat. Pasalnya, dengan langkah tersebut maka bisa memberikan daya tahan tubuh yang baik bagi diri manusia termasuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Koordinasi lintas fungsi terus diupayakan baik dengan Kemenkes, dinas terkait, maupun rumah sakit jejaring yang ada.  Fasilitas penanganan korona di tempat kami juga sudah sudah terstandar dan bisa melayani,” tandas Banu.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan