Magma Semakin Mendekati Permukaan

YOGYAKARTA SM Network – Sejak ditingkatkan statusnya ke level Siaga pada 5 November 2020, aktivitas Merapi terus naik. Sepekan pasca berstatus Siaga, posisi magma sudah hampir mendekati permukaan.

“Dilihat dari hiposenter atau pusat kegempaan, posisi magma sangat di permukaan. Tekanannya diatas 1,5 kilometer,” ungkap Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, Rabu (11/11).

Sejak pertengahan September 2020, terpantau adanya peningkatan signifikan gempa vulkanik dangkal berbarengan dengan multiphase (MP). Demikian halnya kejadian gempa guguran yang terus bertambah. Sehingga atas pertimbangan itu, status Merapi dinaikkan ke level III.

“Data monitoring seismik maupun deformasi terus meningkat. Ini menunjukkan semakin dekatnya waktu erupsi,” ujarnya.

Berdasar analisa BPPTKG, erupsi Merapi dalam waktu dekat berpotensi eksplosif. Namun kekuatannya diprediksi tidak sebesar letusan tahun 2010 yang indeksnya mencapai skala 4. Hal yang mendasari prediksi itu karena tidak adanya kejadian gempa dalam yang menunjukkan nihil tekanan berlebihan di dapur magma.

Selain itu jika dilihat dari seismisitas VTA yang terjadi, migrasi magma hanya berlangsung secara perlahan. Tapi jika dibandingkan dengan kejadian tahun 2006, seismisitasnya jauh lebih tinggi.

“Pada tahun 2006, tiga hari menjelang muncul kubah lava, deformasinya rata-rata 1 cm per hari, sedangkan data saat ini 12 cm. Tapi lebih rendah dibanding erupsi tahun 2010 yang rata-ratanya sebesar 23 cm,” papar Hanik.

Melihat data pemantauan yang melampaui kondisi Siaga di tahun 2006, BPPTKG telah menyiapkan dua kemungkinan skenario yakni ekstrusi magma dengan cepat, dan erupsi eksplosif.

Tinggalkan Balasan