Lulusan Vokasi Dibekali Ilmu Teknologi Digital

SLEMAN, SM Network – Lulusan vokasi diprioritaskan pada lima sektor meliputi industri manufaktur, industri kreatif, hospitality dan perhotelan, care service atau perawat kesehatan serta agriculture.Agar piawai berkecimpung di lima sektor itu, teknologi informasi menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

Semua ada kaitannya dengan teknologi informasi dan digital. Karena itu akan ada mapel wajib logic and digital technology di kurikulum SMK yang sekarang sedang dirancang,”¬†kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinto dalam taklimat media kick off Program Ditjen Vokasi di Hotel Marriot Yogyakarta, Kamis (3/2).

Ke depan, Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud akan terus memperkuat lulusan agar terserap oleh dunia kerja. Perubahan kurikulum menjadi dasar link and match. Kurikulum untuk SMK ditekankan pada lima aspek dimana mapel yang bersifat akademik dan teori akan diubah menjadi konteks vokasi.

Selain memodifikasi kurikulum, siswa SMK juga akan lebih banyak melakukan praktek. Skemanya, 60 persen pembelajaran diisi praktik dan 40 persen teori. “Siswa dibekali lebih banyak magang atau praktik kerja industri minimal satu semester. Kurikulum vokasi jangan terlalu banyak teori melainkan mapelnya yang divokasikan,” kata Wikan.

Untuk menjawab tantangan kebutuhan industri masa depan, siswa juga diberi bekal co-kurikuler dan mapel pilihan. Di lain sisi, para pimpinan satuan pendidikan vokasi juga didorong agar lebih terbuka dan berani melakukan terobosan untuk mewujudkan link and match. Demikian pulanpihak industri yang semakin terbuka untuk melakukan kerjasama dengan pendidikan vokasi. 

“Mindset dan leadership SDM pendidikan vokasi akan terus ditingkatkan secara pesat. Harapannta agar lulusan pendidikan vokasi cepat terserap sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Wikan.

Tinggalkan Balasan