Lintas Ormas Bagi Hand Sanitizer Gratis

TEMANGGUNG, SM Network – Sejumlah aktivis Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Lakpesdam PCNU dan GUSDURian Temanggung membagi-bagikan hand sanitizer gratis kepada masyarakat Temanggung. Pembagian ini dilakukan lantaran kebutuhan pembersih tangan ini meningkat dalam beberapa pekan terakhir dan barang sulit untuk didapatkan.

“Kami memantau perkembangan harga di pasar dan di pasar daring, harga produk ini meningkat tajam dan sulit untuk didapatkan. Sementara itu kebutuhan tinggi. Ada ketidakseimbangan demmand and supply.

Akhirnya kami memutuskan untuk menggalang dana dari anggota kita dan masyarakat untuk membeli bahan baku dan memproduksinya sendiri dibawah bimbingan ahlinya. Kita distribusikan secara cuma-cuma kepada masyarakat,” kata Ketua Umum BPC HIPMI Temanggung, Abas Zahrotin,kemarin.

Pria yang juga Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tanbihul Ghofilin Banjarnegara ini menjelaskan, program berbagi hand sanitizer ini dilakukan sebagai penguatan prinsip saling berbagi ketika situasi sulit.

 “Jangan sampai ada panic buying. Kita mulai dengan saling berbagi, saya punya apa anda punya apa, mari kita saling berbagi,”ujarnya.

Koordinator kegiatan, Dwi Ratnasari, menjelaskan, untuk menghindari kerumunan orang dan tertibnya antrean, pihaknya telah mengatur jadwal sedemikian rupa. Penerima terlebih dahulu harus mendaftar lewat nomor kontak yang tersedia lalu mendapatkan nomor urut.

“Covid-19 rentan menular melalui kontak langsung dan kerumunan. Jadi kami terapkan sistem antrean berdasarkan nomor dan jam pengambilan, biar tidak ada penumpukan,” katanya.

Pembatasan juga dilakukan dalam pembagian ini. Satu orang hanya boleh membawa maksimal 50ml dengan maksimal 100 orang perhari. Program ini akan dilakukan terus menerus setiap hari selama persediaan dan donatur yang menyumbang masih ada. 

“Rata-rata konsumsi untuk bagi gratis ini sebanyak 5 liter perhari,” imbuhnya.
Petugas lainnya, Margo Susilo menambahkan, pihaknya juga telah diminta untuk menyediakan hand sanitizer ini untuk tempat ibadah, sekolah dan lembaga pendidikan nonformal.

Namun karena keterbatasan donasi yang diterima, pihaknya belum bisa merealisasikan. “Sementara untuk personal use. Kedepan setelah kita jalan dan memiliki sumbangan yang cukup akan kami salurkan ke pengguna public room,” tegasnya.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan