Lima Orang Purworejo Dipantau Terkait Corona

PURWOREJO, SM Network – Dinas Kesehatan melakukan pemantauan terhadap lima orang terkait corona. Meski belum satupun yang dinyatakan suspect, kewaspadaan dan tindakan preventif penting dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran wabah virus tersebut.

Kabar mengenai lima orang di Kabupaten Purworejo yang dipantau terkait virus corona ini, banyak diperbincangkan oleh kalangan masyarakat, Selasa (10/3). Anggota DPRD dari Fraksi Partai Nasdem, Muhammad Abdullah, juga menghimbau instansi terkait untuk memberikan informasi.

“Saya dapat info dari seseorang (terkait pemantauan terhadap orang yang dicurigai suspect corona). Coba cek di RSUD atau Amanah Umat (Rumah Sakit Swasta,red),” katanya, saat dihubungi oleh Suara Merdeka melalui pesan WhatApp, kemarin siang.

Mengonfirmasi kabar tersebut, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Purworejo, dr Ika Endah, tidak menampik, adanya pemantauan terhadap lima orang yang baru kembali dari bepergian dari daerah terjangkit virus corona, di luar negeri.

Kendati demikian, lanjut Ika, dua dari lima orang yang dilakukan pemantauan sudah kemabali beraktivitas normal. Sedangkan tiga orang lainya, juga dilaporkan tidak memiliki keluhan yang mengarah kepada suspect virus corona.

“Data kasus yang ada 5 (orang,red) dengan pemantauan. Semua dari luar negeri, tetapi tidak ada kontak langsung dengan konfirm (kasus yang sebabnya positif, dengan gejala klinis dan faktor resiko lainya,red),” katanya, menjawab pertanyaan Suara Merdeka.

Ia mengatakan, kasus pemantauan yaitu kasus orang dengan gejala batuk pilek, dengan atau tanpa panas tanpa pneumonia yang ada riwayat perjalanan dari daerah terjangkit (dari luar negeri/daerah terjangkit). Mereka hanya pemantauan oleh tim surveillens selama 14-25 hari setelah ada gejala.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Purworejo, dr Sudarmi, menuturkan, pemantauan terhadap orang yang beresiko suspect virus corona ini dilakukan oleh tim surveillen Puskesmas, dinas kesehatan setempat, dan RSUD Tjitrowardojo.

Ia menegaskan, sampai saat ini belum ditemukan kasus suspect virus corona di Kabupaten Purworejo. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak panik, dan mencari sumber informasi yang valid supaya tidak disesatkan oleh kabar yang belum tentu kebenaranya.

“Kepada masyarakat kami himbau untuk tidak terlalu panik, namun tetap waspada, dengan cara menjaga kesehatan dan melaporkan kepada kami apabila mendengar atau menemui kasus mencurigakan (terkait corona,red),” ujarnya.

Sudarmi menambahkan, adapun gejala Covid-19 yang perlu diwaspadai adalah adalah panas sampai dengan 14 hari, batuk pilek, dan pneumonia (sesak nafas). Selain itu juga disertai faktor resiko yaitu kontak dengan pasien yang suspect Covid-19 atau pernah bepergian ke tempat terjangkit.


Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan