Lima IKU Tak Mudah Dicapai

KEBUMEN, SM Network – Sebanyak lima indikator kinerja utama (IKU) di lingkungan Pemkab Kebumen pada tahun 2020 tak mudah dicapai dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Kelima IKU itu masing-masing angka pengangguran, persentase peningkatan kunjungan wisata, persentasi peningkatan investasi penanaman modal asing – dalam negeri (PMA/ PMDN), pertumbuhan ekonomi atas dasar harga konstan (ADHK) serta capaian prestasi pemuda dan olahraga.

Diketahui, dari 26 IKU, hanya 13 IKU yang tercapai pada tahun 2020 dan 8 lainnya masih dalam proses. Hal itu terungkap saat arahan disampaikan Wakil Bupati Arif Sugiyanto kepada seluruh pimpinan OPD tentang Refocusing APBD 2020. Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Jatijajar, Kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati itu juga disampaikan isu strategis pembangunan yakni meningkatnya beberapa permasalahan, seperti angka kemiskinan dan pengangguran.

Kemudian pertumbuhan ekonomi yang melambat, ketetersediaan dan harga komoditas pangan dan kondusivitas wilayah. Wabup Arif dalam kesempatan tersebut menyampaikan tantangan terbesar yang dihadapi yaitu pandemi Covid-19. Selanjutnya menunjukkan tema pembangunan 2021 yakni pemulihan perekonomian daerah dan kehidupan sosial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.

“Prioritas pembangunan daerah pada 2021 mendatang yakni pemulihan perekonomian daerah serta pemulihan daya saing daerah,” jelas Arif Sugiyanto.

Tiga prioritas lainnya yakni peningkatan SDM dan layanan sosial dasar, penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran serta peningkatan tata kelola pemerintahan. Dalam konteks penanganan pandemi Covid-19. Arif pun meminta OPD untuk melaporkan apa adanya, jangan ada yang ditutup-tutupi, sehingga pimpinan dapat memberikan keputusan yang tepat.

Dalam acara yang dihadiri Sekretaris Daerah Ahmad Ujang Sugiono serta sejumlah pejabat dan pimpinan OPD ini juga disinggung mengenai komitmen yang perlu dibangun bersama untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Energi yang kita tabung ini tidak akan pernah hilang dan suatu saat akan kembali kepada kita dalam bentuk yang kita duga sebelumnya. Apabila kita menabung energi negatif, maka kita akan mendapatkan energi negatif itu kembali. Sebaliknya apabila kita menabung energi positif, maka kita akan mendapatkan energi positif itu kembali,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan