Libur Usai, Harga Daging Ayam Tak Mau Turun

MAGELANG, SM Network – Meski libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 telah usai, tapi harga daging ayam potong di pasaran Kota Magelang tak kunjung turun. Hal ini membuat daya beli masyarakat menurun, sehingga tingkat penjualan di pedagang pun kurang bagus.

Iwan (49), salah satu pedagang daging ayam di Pasar Rejowinangun mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Harga biasanya berkisar Rp 19.000-Rp 20.000 per kilogram, lalu sejak Natal harga mengalami kenaikan menjadi Rp 23.500 per kilogram.

“Sejak saat itu sampai sekarang harganya masih tinggi. Kami tidak tahu persis penyebabnya kenapa harga tak mau turun, padahal momen liburannya sudah lewat,” ujarnya di lapaknya, Rabu (6/1).

Dia menyebutkan, tingginya harga daging ayam potong ini membuat daya beli masyarakat turun. Hanya para pemasok ayam olahan saja yang masih tetap membelinya setiap hari.

“Sebenarnya, naik atau turunnya harga daging ayam potong di musim liburan Natal dan Tahun Baru ini sudah biasa kami alami. Paling solusinya stok kami kurangi, sehingga tidak terlalu merugi,” katanya yang mengaku, harga daging ayam petelur masih stabil di angka Rp 40.000 per ekor.

Berbeda dari daging ayam, harga daging sapi dan kambing terpantau stabil di awal tahun 2021 ini. Seperti diutarakan Samsiyah (50), pedagang daging sapi di Pasar Rejowinangun bahwa, harga daging sapi masih stabil, meski di musim liburan.

“Harganya stabil saja, Rp 130.000 per kilogram. Mungkin karena daya belinya saat liburan juga stabil, jadi harga tetap normal. Beda kalau daging ayam, banyak yang cari untuk perayaan malam tahun baru, seperti untuk bebakaran dan lain sebagainya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan