Lestarikan Budaya, Pedagang Pasar Krakal Nanggap Lengger

KEBUMEN, SM Network – Kemeriahan menyelimuti Pasar Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen. Warga yang tergabung dalam paguyuban pedagang pasar Indrakila Desa Krakal Kecamatan Alian Kebumen itu nanggap kesenian Lengger.

Kesenian yang menonjolkan tari diiringi tembang itu didatangkan dari Desa Plumbon Kecamatan Karangsambung. Pengunjung pun berjubelan di tempat penyelenggaraan acara. Bahkan dari mereka ikut menari bersama penari Lengger.

Kegiatan yang masih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-75 dan Tahun Baru Hijriah 1442 itu berlangsung di halaman parkir pasar Indrakila yang lebih dikenal dengan Pasar Krakal itu.

Ketua Penyelenggara Catur Wilian mengatakan, selain Lengger, pihaknya juga nanggap kuda lumping. ” Dipilihnya pertunjukan kuda lumping dan Lengger ini betujuan untuk nguri nguri atau melestarikan budaya lokal agar tidak hilang tergerus majunya zaman,” katanya.

Dengan begitu diharapkan kesenian budaya dapat terus dilestarikan oleh kalangan muda. ‘’Ini sebagai bentuk kepedulian Kami dengan budaya lokal Kebumen agar tidak punah ditelan majunya zaman,’’ujar pria yang akrab di sapa Wili itu.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut juga merupakan agenda rutin tahunan dengan harapan dapat menumbuhkan rasa kekompakan dan semangat persatuan dan kerukanan untuk membangun kesejahteraan ekonomi, khususnya para pedagang pasar Krakal. “Kedepannya akan terus kita agendakan kegiatan yang sifatnya ngiri-nguri budaya lokal agar jangan sampai punah,” ucap Wili.

Sementara itu, salah satu penonton Kuat Pamuji mengatakan sangat senang melihat pertunjukan tersebut. Menurutnya kesenian merupakan warisan leluhur yang harus dijaga dan terus di pertahankan. “Bagus, ini manarik, dan menurut saya ini haus terus d pelihara dan diwariskan ke pada generasi muda,’’ ujar Kuat.

Tinggalkan Balasan