Lebih dari 500 Botol Miras Diamankan Sejak Awal 2020

YOGYAKARTA, SM Network- Dua kepolisian di jajaran Polda DIY, Polresta Jogja dan Polres Sleman mengamankan lebih dari 500 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dan merek sejak awal 2020 ini. Ratusan botol miras itu didapat dari sejumlah tempat sebagai hasil kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

“Sejak awal Januari hingga Februari ini kami memang ada kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dimana salah satu sasarannya adalah operasi peredaran miras,” papar Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, Rabu (19/2).

Kabid Humas mengatakan, pihaknya akan terus menggencarkan operasi peredaran miras dikarenakan miras sebagai salah satu penyebab terjadinya tindak kriminalitas. Bahkan termasuk memancing munculnya aksi kejahatan di jalanan (klithih) yang marak terjadi beberapa hari terakhir ini.

“Disinyalir memang para pelaku kejahatan kerap berani beraksi karena terlebih dahulu meminum miras. Salah satu mencegahnya ya dengan menghilangkan miras itu beredar di masyarakat,” tuturnya.

Di Kota Jogja, Polresta Jogja berhasil mengamankan ratusan botol miras sepanjang Januari hingga pertengahan Februari ini.  Seperti disitanya 203 botol miras berbagai merek, termasuk menangkap 43 orang baik penjual maupun pembeli dari lima tempat yang berbeda.  Yakni di Gondokusuman dengan empat botol miras pada 19 Januari, Gedongtengen 88 botol (29/1), Mantrijeron dengan 72 botol miras (7/2), dan Bausasran dua botol miras (13/2). 

“Terakhir kami amankan di Umbulharjo dengan 37 botol miras serta tiga orang berperan sebagai penjual dan pembeli,” sambung Kasat Sabhara Polresta Jogja Kompol Sukamto.

Sukamto menjelaskan, sejumlah operasi yang dilakukan berawal dari laporan masyarakat. Setelah itu beberapa hasil operasi sudah diserahkan ke pengadilan dan dilakukan sidang tindakan pidana ringan (tipiring) dengan putusan yang bervariasi dengan sangkaan melanggar pasal ketertiban umum serta Perda Kota Yogyakarta nomor 7 tahun 1953 tentang larangan penjualan miras. 

“Ada yang Rp200 ribu, ada juga yang Rp20 juta atau subsider kurungan,” imbuh dia.

Sementara itu wilayah Polres Sleman, untuk hasil operasi peredaran miras sepanjang 18 Februari sudah sangat banyak mengamankan ratusan botol miras berbagai merek dan jenis. Bahkan kadar alkoholnya juga tercatat dalam kisaran mulai 4,7 persen hingga 26 persen.

“Kami akan terus melaksanakan program KRYD, tentunya menggandeng pihak lain dan lintas satuan guna menekan bentuk kejahatan. Hasil dari pengembangan dan juga beberapa kasus biasanya kejahatan cenderung dipicu lewat konsumsi miras. Operasi ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat,” tandas Kapolres Sleman AKBP Rizky Febriansyah.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan