SM/Asef F Amani - Kepala Dinas Sosial Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsih

Buka Home Care

MAGELANG, SM Network – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang berencana membentuk sistem layanan rujukan terpadu (SLRT) dengan menempati bekas kantor Disporapar di Jalan Gatot Subroto Magelang. Sistem layanan ini guna fokus melayani orang miskin, sehingga tidak saling lempar tanggung jawab.

Kepala Dinsos Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsih mengatakan, sistem ini nantinya akan mengampu segala kebutuhan dan masalah orang miskin di Kota Sejuta Bunga. Kalau selama ini ada kesan orang miskin kurang terlayani dengan baik, maka dengan adanya SLRT ini dapat teratasi.

“Misalnya ada warga miskin yang kesulitan mengambil ijazah sekolah, karena terbentur biaya. Maka, petugas di SLRT akan menangani itu hingga beres, bahkan tanpa dipungut biaya sama sekali. Seumpama ambil ijazah ada biayanya, kami yang akan membiayai,” ujarnya.

Dia menuturkan, SLRT sudah siap secara sistem. Hanya saja, untuk tempat sementara belum siap, karena terkendala teknis. Bekas kantor Disporapar saat ini masih kosong sejak kantornya pindah ke Jalan Diponegoro Magelang.

“Bangunannya siap, tapi terkendala aliran listrik yang terputus. Maka, perlu kami siapkan dengan matang soal tempat layanan ini,” katanya.

Selain akan membentuk SLRT, kata Wulan, pihaknya juga akan membuka shelter khusus untuk menampung anak-anak, perempuan, dan orang-orang terlantar. Shelter ini berfungsi untuk menampung mereka sebelum dikembalikan ke keluarga atau ke panti.

“Seringkali kalau ada razia atau operasi PGOT menjaring orang-orang terlantar. Selama ini kita tidak punya tempat penampungan sementara, maka dengan adanya shelter ini kita bisa menampung mereka terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke keluarga atau dikirim ke panti,” jelasnya.

Dia menegaskan, mereka yang ditampung tidak hanya sekadar menempati shelter semata, tapi juga dijamin asupan gizi dan kesehatannya. Bahkan, disiapkan pula minuman susu dan vitamin guna menjaga asupan gizinya.

“Jadi, di shelter mereka bisa merasakan kenyamanan. Mungkin yang belum pernah minum susu akan merasakannya. Kita cek kesehatannya dan diberi vitamin. Di shelter ini hanya sementara saja, jadi tetap nanti kalau ada keluarganya kita kembalikan atau kita kirim ke panti,” terangnya.

Tidak cukup sampai di situ, Dinsos mulai tahun 2021 ini pula akan melancarkan program home care. Sasaran terutama warga miskin dari kalangan lansia. Total ada sekitar 170 lansia yang akan menjadi sasaran home care ini.

“Terkadang ada kan keluarga yang tidak mau repot mengurusi lansia, sehingga lansia ini tidak terurus. Maka, dari Dinsos nanti yang akan mengurusi betul lansia itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang, M Mansyur mengaku, pihaknya tidak ingin mendustakan agama gara-gara tidak bisa mengentaskan kemiskinan. Ia pun mengapresiasi Dinsos yang memiliki banyak program untuk warga miskin.

“Motivasi kita ibadah. Jangan sampai susah masuk surga gara-gara tidak bisa entaskan kemiskinan. Umar Bin Khattab, sang khalifah pernah mencontohkan, membawa gandum di pundaknya dan dikirim ke rumah orang miskin. Kita ingin mencontoh kegigihan beliau,” ungkapnya.