Lantik Tiga Pimpinan, Pesantren Al-Kamal Bakal Dirikan Perguruan Tinggi

KEBUMEN, SM Network – Pondok Pesantren Al-Kamal Desa Tambaksari, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen saat ini dipimpin oleh Dewan Pimpinan Kolektif Kolegial. Tiga orang pimpinan dilantik oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Ihsan Gombong Ir HM Yahya Fuad SE di pesantren setempat, Sabtu (30/1).

Tiga pimpinan tersebut adalah Dr Azam Syukur Rahmatulah SHI, MSI, MA sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pondok dr Ibnu Naser Arrohimi SAg MMR sebagai Bendahara Dewan Pimpinan Pondok dan H Bambang Soetadji SPd sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Pondok. 

Pelantikan disaksikan oleh Ketua Yayasan Ketua Yayasan Nurul Ihsan Dra Hj Lilis Nuryani yang diwakili putrinya Khalisha Adelia Aziza dan Sekretaris Yayasan H Arif Rahman Hakim SSos SE serta jajaran asatidz. Dalam kesempatan itu juga dilantik sejumlah pejabat yakni Ustadz Nur Ahmad Zaeni SAg sebagai Kepala MTs Plus Nururrohmah, Ustadzah Nurul Fithriyah Awalaitul Laili MPdI sebagai Kepala MA Plus Nururrohmah, Ustadz Saifuddin Zuhri MPd sebagai kepala SMK Plus Nururrohmah.

Kemudian Ustadz M Sanusi Muhtar SAg sebagai Kepala Diniyah Plus Nururrohmah dan Ustadz Faozi Anwar Alhafidz sebagai Kepala Rumah Tahfidz.  Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Ihsan Gombong Ir HM Yahya Fuad SE mengatakan bahwa jika pada biasanya pondok pesantren sentralnya figur kiai, namun Pondok Pesantren Al Kamal tidak disentralkan kepada satu kiai, tetapi dewan pimpinan. Pihaknya mencontoh pondok pesantren modern Gontor yang memiliki tiga pimpinan.    

 “Hal ini dimaksudkan agar beban pimpinan pondok lebih ringan,” ujarnya. Saat ini, pondok pesantren  ini memiliki lebih dari 1.000 santri. Dalam dua sampai tiga tahun ke depan pihaknya berencana untuk mendirikan perguruan tinggi. Jika selama ini perguruan tinggi biasa berdiri di perkotaanm bisa jadi akan menjadi salah satu pioner perguruan tinggi di pedesaan. “Mohon doanya,” ujarnya.

Yahya Fuad yang juga mantan Bupati Kebumen tersebut menekankan agar dalam pendidik santri baik dalam akademik saja. Tetapi juga juga agar santri memiliki akhlak yang baik. Meskipun guru umum, pihaknya menekankan agar menyelipkan ajaran akhlak.

“Meskipun pinter matematika tetapi kalau dia tidak jujur buat apa? Jika dengan hasil didikan santri menjadi orang sholeh tentu menuntun para guru dan pengurus yayasan ke surga. Tetapi jika sukses akademik saja, hanya menuntun ke gaji,” tandasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Pondok Al Kamal Dr Azam Syukur Rahmatulah menambahkan bahwa  tujuan dari kepemimpinan kolektif kolegial adalah untuk menyatukan visi agar Pondok Pesantren Al Kamal semakin besar, menasional maupun menginternasional. 

Kepemimpinan Transformatif

Dengan kepempimpinan kolektif kolegial ini bisa menuju titik pengembangan yang tranformatif. Ketika dipimpin tiga orang yang memiliki kapabilitas masing-masing, insyaAllah akan lebih kuat. Diharapkan bisa menuju titik perubahan kepemimpinan transformatif pondok pesantren.

“Dengan spesialisasi kemampuan masing-masing pimpinan pondok, insyaAllah diberikan kekuatan dan rahmat oleh Allah untuk menuju tujuan yang sama,” ujarnya.

Saat ini Pondok Pesantren yang didirikan alhamrhum KH Hayat Ihsan memiliki sekitar 1.200 santri. Selain dari Kebumen, para santri berasal dari berbagai kota mulai mulai Jakarta, Bandung, Yogyakarta NTT, NTB, hingga Papua. 

Dokter Ibnu Naser Arrohimi yang dilantik menjadi Bendahara Dewan Pimpinan Pondok akan mengemban amanah sebaik-baiknya untuk mengembangkan pondok pesantren agar bermanfaat di dunia dan akhirat. Direktur Utama Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong yang baru terpilih sebagai Dewan Pengawas BPJS Kesehatan masa bakti 2021-2026 itu dengan rasa tanggung jawab dan memiliki akan membagi waktu untuk pengembangan pondok pesantren.

“Ciri pondok pesantren yang modern bukan kultus individu tetapi bertumpu pada sistem yang baik,” ujarnya seraya menyebutkan tidak butuh waktu lama Pondok Pesantren Al Kamal akan memiliki sekolah tinggi.

Tinggalkan Balasan