Langgar Protokol Kesehatan, Siap-siap KTP Disita

SLEMAN, SM Network – Pemerintah Kabupaten Sleman telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) mengenai sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Perbup Nomer 37.1 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan mulai berlaku sejak ditetapkan tanggal 18 Agustus 2020.Di dalam peraturan itu memuat berbagai jenis sanksi administrasi yang akan diberikan terhadap pelanggar.

Bentuk sanksi itu mulai dari teguran lisan, peringatan tertulis, kerja sosial, penyitaan sementara KTP hingga membayar denda paling banyak Rp 100 ribu.”Satpol PP akan langsung melakukan pendisiplinan. Pelanggar dicatat NIK-nya (nomer induk kependudukan), kalau kedapatan melanggar lagi akan ditingkatkan ke sanksi denda,” kata Kabag¬†Humas dan Protokol Setda Sleman Shavitri Nurmala Dewi, Senin (7/9).

Setelah terbit peraturan itu, Satpol PP Sleman rutin tiap hari melakukan operasi. Sasarannya terutama tempat publik yang berpotensi terjadi kerumunan seperti pasar, mall, food court, toko modern, dan kawasan yang banyak terdapat usaha kafe seperti di seputaran Jalan Damai dan Seturan. 

Objek wisata pun tidak luput dari sasaran razia, khususnya saat weekend. Selama kurang lebih tiga pekan sejak Perbup berlaku, Satpol PP masih sebatas memberi peringatan secara persuasif. Sejauh ini, belum ada yang dikenai sanksi denda.

“Perbup saat ini masih gencar disosialisasikan. Pelaksanaan sosialisasinya melibatkan beberapa instansi terkait seperti Dinkes yang akan meneruskan informasi ke puskesmas, Dinas Pariwisata yang menginformasikan ke pengelola destinasi, dan Disperindag yang menyasar sosialisasi ke pedagang,” katanya.

Sementara itu, data terakhir kasus Covid-19 di Sleman, jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 573 namun 430 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh.

Tinggalkan Balasan