SM/Asef F Amani - TIANG LAMPION: Sejumlah tiang sudah terpasang di kawasan Alun-alun Kota Magelang sisi selatan yang akan dipasang lampu lampion guna menambah daya tarik pusat keramaian ini.

MAGELANG, SM Network – Setelah taman bermain anak-anak, Pemkot Magelang kembali memoles kawasan Alun-alun Kota Magelang agar lebih berestetika dan berdaya tarik lebih. Kali ini dengan menghadirkan lampu-lampu lampion yang bisa memancarkan cahaya menarik di malam hari.

Kabid Pengelolaan PJU, Pertamanan, dan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Yetty Setiyaningsih mengatakan, proyek pengadaan lampion ini sudah berjalan dengan awal pemasangan sejumlah tiang. Tiang-tiang dipasang di dua titik, yakni sisi utara dan selatan alun-alun. “Ada delapan tiang per titik. Tiang kini sudah terpasang, tinggal pemasangan lampionnya saja. Rencana, lampion akan kita pasang akhir bulan nanti atau awal bulan Agustus menjelang perayaan hari kemerdekaan,” ujarnya di kantornya, Senin (13/7). Dia menuturkan, pemasangan lampu lampion ini dalam rangka menambah daya tarik esetika kawasan alun-alun. Khususnya di malam hari, karena lampu lampion bisa menerangi kawasan setempat.

“Warna lampu lampion awalnya nanti merah, tapi bisa diganti dengan warna tertentu, seperti kuning, biru, hijau, atau lainnya menyesuaikan temanya. Warna bisa berubah agar masyarakat tidak bosan menikmatinya,” katanya. Kasi Pengelolaan PJU dan Pertamanan, Teguh Ariyanto menambahkan, adanya lampu lampion ini bisa sekaligus menjadi objek foto yang menarik. Bahkan, anak-anak muda bisa swafoto di kawasan tersebut. Hal ini dapat memperkuat karakter alun-alun sebagai pusat keramaian di Kota Sejuta Bunga. “Segera kita pasang lampunya, sehingga masyarakat yang penasaran akan dapat melihatnya langsung,” tuturnya.

Terkait biaya, ia menyebutkan, pengadaan lampu lampion ini menghabiskan anggaran APBD Kota Magelang total sekitar Rp 185 juta. Anggaran ini terbagi dua jenis pengadaan, yakni tiang dan lampu. “Pengadaannya memang terpisah. Total biayanya segitu,” tandasnya. Ariyanto menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah berusaha memenuhi fasilitas dalam rangka mendukung prosedur protokol kesehatan. Di antaranya beberapa taman sudah dilengkapi wastefel untuk tempat cucui tangan pakai sabun.

“Di alun-alun sudah ada tempat cuci tangannya. Lalu ada juga di kawasan Taman Badakan dan taman-taman lainnya. Kalaupun bukan wastafel, kami siapkan kran untuk masyarakat bisa cuci tangan. Kita sediakan sabunnya di tempat itu,” jelasnya. Di samping menyediakan wastafel, pihaknya juga rutin melakukan penyemprotan cairan desinfektan di taman-taman setiap minggunya. “Kita prioritaskan taman yang aktif, berjumlah 10 taman dari total taman yang ada sebanyak 53 lokasi. Hal ini untuk menjaga kenyamanan pengunjung yang sekarang kerap berkumpul di taman,” paparnya.


Asef Amani

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here