SM/Adib Annas Maulana - DIBAWA : Jenazah pasien Covid-19 dibawa petugas medis dan aparat kepolisian untuk dimakamkan, Selasa (14/4).

WONOSOBO, SM Network– Pasien Covid-19 meninggal setelah melakukan perjalanan dari Tanggerang menuju Wonosobo, Selasa (14/4). Meski terdapat enam posko pengawasan di jalur masuk Wonosobo, pasien yang diketahui warga Kaliwiro tersebut belum diketahui masuk Kabupaten Wonosobo melalui jalur mana.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Wonosobo. Kapolres Wonosobo, AKBP Fannky Sugiharto yang turut menguburkan jenazah pasien tersebut juga mengaku belum mendapatkan informasi pasien tersebut masuk ke Wonosobo lewat jalur mana. “Hari ini kita ada berita duka, salah satu warga Wonosobo meninggal dunia. Kita mendapat informasi memang yang bersangkutan pasien Covid-19,” jelasnya.

Pasalnya, empat keluarga pasien yang juga ikut dalam satu kendaraan kini masih berada di ruang isolasi RSUD KRT Setjonegoro dan belum bisa dimintai keterangan. Meski demikian, AKBP Fannky Sugiharto menjelaskan, pasien sampai di Wonosobo langsung masuk RSUD KRT Setjonegoro dan tidak langsung masuk ke desa mereka.

“Prosesi pemakaman berlangsung aman dan tidak ada penolakan dari warga desa dan sudah sesuai protokol penanganan Covid-19 yang telah ditetapkan,” jelasnya. Direktur RSUD KRT Setjonegoro Danang Sananto Sasongko membenarkan perihal meninggalnya pasien tersebut. Saat ditemui seusai memakamkan jenazah, Danang mengatakan, pasien tersebut sampai Wonosobo Selasa waktu subuh.

“Pasien masuk ke RSUD subuh. Kemudian meninggal sekitar pukul setengah 6 karena memang kondisi pasien sudah menderita pneumonia berat,” ujarnya. Danang juga menjelaskan bahwa pasien tersebut sebelumnya mendapat perawatan di salah satu Rumah Sakit di Tanggerang dengan kondisi pneumonia berat melalui hasil CTscan.

Terkait perjalanan pasien dari Tanggerang sampai Wonosobo pihaknya juga belum tahu pasti bagaimana itu bisa terjadi. “kita tahu bahwa rumah sakit di wilayah Jabodetabek semuanya sudah penuh. Kemungkinan keluarga pasien mencari tempat rujukan dan kembali ke daerah asalanya yaitu Wonosobo. Di jalan kita juga tidak tahu, kemungkinan dijalan kondisinya baik dan tidak menimbulkan gejala, namun sesampainya di Wonosobo justru keadaanya memburuk,” jelasnya.

Kepala Desa Pesodongan Kecamatan Kaliwiro, Suratno mengatakan, pihaknya juga kaget mendengar salah satu warganya meninggal karena Covid-19 dan segera akan dimakamkan. Suratno menambhakna, pasien yang masih berumur 17 tahun tersebut pergi ke Tanggerang sekitar 20 hari lalu untuk berobat karena memiliki penyakit bawaan sebelumnya.

“Pasien ke Tanggerang baru sekitar 20 hari lalu untuk berobat karena memang keluarganya berada disana. Kita juga cukup kaget terkait hal tersebut. Namun, kami sudah siap sebelumnya apabila ada kejadian seperti itu, warga pun paham dan tidak ada penolakan,” pungkasnya.


Adib Annas M/Kim

9 KOMENTAR

  1. Setelah berita ini rilis, wonosobo gempar. Tapi selama ini di web resmi pemkab wonosobo hanya ada 1 pdp di kaliwiro, blm positif.
    Jadi, banyak klarifikasi yang muncul setelah mereka menanyakan keabsolutan berita ini.
    Jangan merubah fakta pak jurnalis.
    Jurnalis sejati itu bekerja untuk kemanusiaan. Jangan nodai media dengan berita berita uang tidak objektif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here