Lagi, Siswa Madrasah di Sleman Opname Diduga jadi Korban Perundungan

SLEMAN, SMNetwork – Kasus bullying atau perundungan kembali terjadi di Jogja untuk sekian kalinya. Kali ini menimpa seorang siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Sleman berinsial SAGH (7) ya diduga menjadi korban kekerasan kakak kelasnya saat tengah antri mengambil air wudhu di sekolah mereka di kawasan Blotan, Wedomarani, Ngemplak, Sleman, awal Februari ini.

Saat ini, korban masih diopnamen di RS Bethesda Yogyakarta setelah sebelumnya menjalani operasi.

“Benar, saat ini kami merawat satu pasien anak-anak berusia 7 tahun. Dia masuk ke IGD pada 13 Februari setelah dirujuk dari rumah sakit sebelumnya di (RSKIA) Sadewa Babarsari,” tutur Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) dan Marketing RS Bethesda Adhiyatno Priambodo pada awak media, Jumat (21/2).

Adhiyatno tidak mengetahui persis kondisi SAGH saat pertama kali masuk ke IGD (Instalasi Gawat Darurat). Namun, setelah masuk IGD siang harinya diketahui SAGH langsung menjalani operasi di bawah penanganan dua dokter spesialis, yakni spesialis anak dan dokter spesialis bedah anak pada malamnya.

“Untuk diagnosanya seperti apa nanti kewenangan dokter yang menanganinya untuk merilis. Namun, sepengetahuan kami, pasien menjalani operasi di bagian perutnya,” tutur dia.

Saat ditanya apakah SAGH masuk ke rumah sakit karena mengalami luka akibat dianiaya teman sekolah sebagaimana yang viral di media sosial, Adhiyatno tidak bisa memastikannya. Namun, dia mengakui sudah membaca postingan screen shoot di media sosial yang menjadi viral itu.

“Kalau melihat dengan data-data pasien dengan yang viral di medsos itu memang ada kecocokan,” tuturnya.

Sebelumnya, kemarin, dunia pendidikan di DIY gempar dengan kemunculan sebuah utas di akun Twitter @Mummy_Nduty. Utas yang diunggah akun tersebut bernarasi telah terjadi bullying atau perundungan di sebuah sekolah.

“Ada apa sih dgn anak sekolah skr ini? Anak SDpun udh mulai gila!!! Ortuuuu hallooo ortuuu tolong anak2nya diperhatikan dgn baik yaaaa…guru2 disekolah please dehhhh lu pada digaji buat ngedidik anak2 jd bener bukan malah cuci tangan dan cari alesan lain buat ngehindar,” tulis akun tersebut yang diunggah pada 19 Februari lalu.

SMN/Gading Persada – TEMPAT WUDHU: Kepala Sekolah (Kasek) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Qurrota Ayun Muh Afiffudin tengah menunjukkan salah satu tempat wudhu yang diduga menjadi lokasi salah satu siswanya mengalami perundungan, Jumat (21/2).

Sementara itu dari penelusuran Suara Merdeka, siswa yang menjadi pasien di RS Bethesda tersebut bersekolah di MI Qurrota Ayun di Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. Kepala MI Qurrota Ayun, Muh Afifuddin membenarkan ada siswanya yang opname di RS Bethesda.

Namun, dia membantah telah terjadi perundungan dan kekerasan yang dilakukan salah satu siswa kepada korban. Selain itu, ia juga mengaku tidak mengetahui kapan pastinya kejadian itu menimpa korban. Hanya, Afif menerangkan kronologi yang nyaris serupa dengan isi utas yang beredar, yaitu kejadian berlangsung kala kegiatan wudhu bersama menjelang waktu salat duha.

“Tapi kami bantah, tidak ada penganiayaan, betul-betul tidak ada. Gambaran saya penganiayaan itu dipukuli, tapi ini tidak ada. Hanya anak laki-laki berkumpul semua, sedang wudhu, bercanda, tidak ada kesengajaan di situ,” sambung Afif di sekolah, siang tadi.

Pihak sekolah pun hingga kini tidak mengetahui penyebab korban sampai menderita sakit perut.

“Kami juga tanya anak yang katanya diduga memukul korban. Anak itu tidak mengaku kalau sudah memukul dan justru menangis dan berkata ’Saya tidak melakukan apa-apa’,”  ungkapnya

Afif mengatakan jika dia sudah menerima hasil USG dari rumah sakit. Namun, dia enggan untuk membeberkan hasilnya lantaran tidak berhak.

“Kami sudah terima, tapi kalau kami yang sampaikan hasilnya kan tidak berhak karena yang berhak menyampaikan dokter,” tandasnya.


Gading Persada

1 Komentar

  1. 144046 698990Its almost impossible to locate knowledgeable males and females during this subject, even so you sound like do you know what youre discussing! Thanks 429183

Tinggalkan Balasan