Lagi, Oknum Kades Gunakan Sabu

PURWOREJO, SM Network – Menjadi tersangka dalam kasus penggunaan narkotika jenis sabu-sabu, PH yang merupakan Kepala Desa Briyan, Kecamatan Ngombol, Purworejo terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito melalui Kasatres Narkoba, Iptu Joyo Suharto mengungkapkan, PH diamankan saat berada di salah satu cafe di Purworejo ketika dilaksanakan Kegiatan Kepolisian Yang ditingkatkan (KKYD) pada awal Januari lalu. Saat itu, petugas Satres Narkoba mendapati ada enam orang yang sedang karaoke di tempat tersebut, kemudian dilakukan tes urin terhadap mereka.

“Ada salah satunya yang positif, yaitu PH yang pada waktu kami melaksanakan pemeriksaan mengaku pekerjaannya tani. Setelah kami cek dan kami kembangkan, ternyata seorang kepala desa Briyan, Ngombol, Kabupaten Purworejo,” ungkap Iptu Joyo di Mapolres Purworejo didampingi Kasubag Humas Polres, Iptu Siti Komariah, dan KBO Satres Narkoba, Iptu Edi Winarwan, Selasa (28/1).

Menggunakan Sabu di Kantor

Selain dari tes urine yang positif, lanjut Iptu Joyo, PH juga mengaku menggunakan sabu di kantornya sendiri di Desa Briyan. Saat dilakukan pengecekan di Balai Desa Briyan, ternyata memang didapati ada sebuah sedotan yang digunakan sebagai alat hisab.

“Dan ternyata alat hisab ini setelah kami lakukan cek laboratorium masih ada sisa-sisa bercak sabu,” jelasnya.

Untuk pengembangan lebih lanjut, penyidik masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut mengenai asal sabu-sabu tersebut maupun pengembangan-pengembangan lainnya. “Pengakuan dia, dapat dari temannya, tapi tidak begitu jelas, namanya juga hanya sepintas, kenalan dari jakarta,” katanya.

Berdasarkan hasil penyidikan, Iptu Joyo juga mengungkapkan bahwa PH menggunakan sabu sebanyak dua kali. Pertama beberapa bulan lalu, kemudian yang terakhir sekitar empat hari sebelum kedapatan positif pada hasil tes urin dalam KKYD 3 Januari lalu.

Terhadap tersangka PH diterapkan pasal 112 ayat 1 juncto pasal 127 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Ancamannya minimal lima tahun, maksimal 15 tahun (penjara),” imbuh Iptu Joyo.

Sementara itu, tersangka PH mengaku menyesal atas perbuatannya. Saat ditanya asal sabu-sabu yang dikonsumsinya, ia mengaku mendapat dari teman dari Jakarta dan hanya diberi tidak pernah beli. Ia juga mengaku saat memakai biasanya tidak sendiri, tetapi dengan teman.

Panuju Triangga)Foto

Tinggalkan Balasan