Lagi, Kendaraan terperosok dijalur Purworejo-Jogja

PURWOREJO, SM Network – Dalam beberapa pekan terakhir, belasan kendaraan ambles dan terperosok di bekas galian pipa Pertamina di sepanjang jalur Purworejo-Jogja, tepatnya di wilayah Desa Borowetan Kecamatan Banyuurip.

Para pengguna jalan diminta untuk lebih berhati-hati. Ranti (37), pemilik warung makan di Jalan Purworejo-Jogjakarta menyebut sudah ada belasan kendaran ambles dalam beberapa pekan terakhir pasca penggalian pipa Pertamina. Bahkan, tidak jarang kerandaraan yang mablea nyaris menimpa warungnya.

“Warung ini dulu pernah kena eskavator, tapi sudah diganti dan diperbaiki. Sepanjang jalan ini mungkin ada 15-an. Di depan warung sendiri sudah ada lima kejadian. Kemarin bus di dekat rumah makan Sumber Rejeki dan siang ini baru saja di sana juga ada lagi yang terperosok,” katanya.

Menurutnya, sebelum proyek penggalian dimulai pihak Pertamina pernah memberikan sosialisasi yang salah satu isinya yakni akan langsung memperbaiki atau memadatkan bekas jalur pipa pasca penggalian. Namun, rencana tersebut belum dilakukan, baru diurug tanah biasa.

“Kita berharap bisa dikembalikan seperti semula. Misal tadinya cor jadi cor, semula padat jadi padat,” jelasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Babinsa Koramil Banyuurip, Serda Sulistiono. Menurutnya, bekas galian pipa milik Pertamina tidak kuat menahan beban kendaraan, terutama setelah diguyur hujan. Ia juga mengaku sudah beberapa kali menemui kejadian kendaraan amblas.

“(bekas galian pipa Pertamina) belum kuat menahan beban kendaraan, sehingga masyarakat berharap ada pengerasan dari pihak penggarap supaya aman (dilalui kendaraan),” katanya, belum lama ini, di lokasi kecelakaan bus akibat amblas, di Jalan Purworejo-Jogja.

Sementara itu, Humas PT Nindya Karya selaku perusahaan pelaksana proyek, Suryo Lumaksono Wibowo, tidak menampik jika bekas galian pipa Pertamina belum dapat menahan beban berat, khususnya kendaraan roda empat, bus, truk dan sejenisnya. Namun demijkian, pihaknya telah melakukan evaluasi dan observasi lapangan pasca adanya laporan kejadian-kejadian tersebut.

Berdasarkan data di lapangan diketahui bahwa dari belasan kendaraan yang dilaporkan ambles, tidak semua akibat proyek galian pipa Pertamina. Dikatakan, beberapa pengendara ada yang menabrak tumpukan pasir yang disiapkan untuk pengerasan di sekitar bahu jalan dan mempunyai jarak cukup jauh dari tepi aspal.

Ada pula kendaraan yang terperosok karena struktur tanah yang miring sejak sebelum penggalian. Terkait minimnya tanda atau rambu peringatan hati-hati yang dikeluhkan pengendara serta warga, dijelaskan bahwa pihaknya telah terpasang tanda peringatan di semua titik rawan. Namun, banyak tanda peringatan tersebut yang hilang, hingga pasang tanda sederhana menggunakan bambu.

“Tanda-tanda sudah kita pasang, tapi banyak yang hilang. Kalau untuk patok bambu itu memang sementara, karena proses pengerasan saat ini kan memang baru sekitar 50 persen, pengerasan 100 persen nanti kita lakukan setelah pemasangan fiber optic di dekat jalur pipa,” ujarnya.

Di luar evaluasi penyebab kejadian itu, Lumaksono menegaskan bahwa pihak perusahaan telah membantu penanganan menggunakan crane terhadap setiap kendaraan yang ambles. Pihaknya juga akan memperbarui dan menambah rambu peringatan di sejumlah titik yang dinilai rawan.


Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan