Lagi, Dua WNA India Positif Corona

YOGYAKARTA, SM Network – Pasien positif Covid- 19 di DIY pada Minggu (10/5) ini bertambah lagi tujuh kasus. Hampir semuanya merupakan klaster besar yakni gereja, jamaah tabligh, dan Indogrosir.

Untuk klaster gereja, pasien tercatat dengan penomeran kasus 149 (perempuan, 55 tahun, Sleman). Klaster Indogrosir terkonfirmasi sebagai kasus 150 (perempuan, 38 tahun, Sleman), kasus 151 (laki-laki, 55 tahun, Sleman), dan kasus 155 (laki-laki, 28 tahun, Sleman).

Sedangkan klaster jamaah tabligh berasal dari WNA India yakni kasus 153 (laki-laki, 28 tahun), dan kasus 154 (laki-laki, 76 tahun). Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih mengatakan, dua warga India yang dinyatakan positif tersebut semula menjalani karantina di Balai Diklat Gunung Sempu, Bantul milik Pemda DIY.

Mereka berada di shelter bersama 9 WNA India lainnya. “Dua WNA itu pernah di-rapid test dan hasil swabnya negatif. Tapi setelah diulang rapid test, hasilnya reaktif dan saat diswab lagi positif,” terang Berty, Minggu (10/5). Semua pasien warga asing itu termasuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Ketika awal ditempatkan di shelter Gunung Sempu, mereka dinyatakan dalam keadaan sehat. Selain dua orang yang hari ini dinyatakan terinfeksi virus corona, sebelumnya sudah ada 4 WNA India yang terkonfirmasi positif dan dirawat di RS Hardjolukito.

Dengan demikian, tercatat sebanyak 6 WNA India anggota jamaah tabligh internasional yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya diberitakan, sejak pertengahan Maret 2020, belasan warga India diketahui transit di Masjid Al Ittihaad Dusun Kocoran, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman.

Mereka tinggal menumpang di masjid itu selama kurang lebih satu bulan, hingga kemudian Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melakukan rapid test untuk memastikan kondisi kesehatannya. Terpisah, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) India dan Kementerian Luar Negeri terkait hal ini. Termasuk pula, perihal rencana pemulangan mereka ke negara asalnya yang tertunda lantaran India menerapkan lockdown.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan