SM/Dananjoyo : Pemandangan Gunung Merapi terlihat dari kawasan Bendungan Tambak Bayan, Catur Tunggal, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (28/2).

SLEMAN, SM Network – Upacara adat Labuhan Merapi akan diselenggarakan pada Senin (15/3) pekan depan. Sama seperti tahun lalu, agenda rutin tiap tanggal 30 Rajab kalender Jawa ini dilaksanakan dengan aturan protokol kesehatan, mengingat pandemi Covid-19 belum usai.

Terlebih saat ini masih berlangsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. “Protokol kesehatan akan diterapkan ketat. Pengunjung yang ingin ngalap berkah tidak boleh naik ke lokasi Labuhan tapi menunggu di Joglo Kinahrejo, nanti makanan dibagikan disana,” kata Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantara, Kamis (11/3).

Labuhan Merapi tahun ini tetap diadakan secara sederhana. Susunan kegiatan yang dilaksanakan hanya prosesi inti. Acara kesenian dan hiburan termasuk pagelaran wayang yang biasa dihelat pada malam hari kedua, ditiadakan. 

Adapun rangkaian prosesinya diawali sejak Minggu (14/3) berupa seserahan uba rampe dari abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat kepada Panewu Depok. Setelah itu, uba rampe dibawa ke Kapanewon Cangkringan untuk diserahterimakan kepada panewu setempat.

Oleh Panewu Cangkringan, seserahan diberikan kepada juru kunci Merapi, Ki Asih untuk dibawa ke Pendapa Petilasan Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo.”Uba rampe disemayamkan di Pendapa Kinahrejo selama satu malam. Pada malam harinya juga akan dilakukan kenduri dan tahlilan,” ujar Aji.

Hari berikutnya tepat pukul 06.00 WIB, uba rampe dibawa ke Sri Manganti untuk dilakukan upacara labuhan. Dikarenakan situasi pandemi, peserta yang naik ke Alas Bedengan dibatasi hanya berjumlah 30 orang. Peserta labuhan ini seluruhnya adalah abdi dalem kraton dan para pendamping juru kunci.

Kepala Bidang Dokumentasi, Sarana, dan Prasarana Disbud Sleman Wasita menambahkan, saat kondisi normal, jumlah warga yang mengikuti prosesi Labuhan bisa mencapai 2.000 orang. “Kami tidak membatasi jumlah pengunjung. Warga boleh datang tapi hanya sampai lokasi Joglo Kinahrejo,” katanya.

Pengunjung juga tetap diminta mematuhi protokol kesehatan antara lain memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selama acara berlangsung, aparat keamanan dan tim SAR akan ikut mendampingi.