SM/Aris Himawan - REGROUPING : SDN 1 Borokulon di Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu SDN yang diregrouping pada tahun lalu. Salah satu faktor SDN diregrouping karena siswanya kurang dari 120 murid.

PURWOREJO, SM Network – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purworejo bakal meregroup Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang muridnya kurang dari 120 siswa.

Selain faktor kekurangan siswa, regrouping dilakukan juga berdasarkan jarak tempuh dan letak geografis antara sekolah satu dengan sekolah lain.

Regrouping dilakukan untuk meningkatkan mutu dan memenuhi standar nasional pendidikan dasar di Kabupaten Purworejo.

“Saat ini, di SDN sangat kekurangan guru pendidik, dan mengalami kekurangan anak didik, sehingga regrouping sangat perlu dilakukan,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto kepada Suara Merdeka, Senin (11/01).

Sukmo mengatakan, pada tahun lalu ada sekitar 20 SDN diregrouping. Pada tahun ini kurang lebih ada 50-an SDN.

“Saat ini baru dilakukan pendataan dan pemetaan. Setelah itu baru dilakukan sosialisasi dan penerapannya. Kita juga memperhatikan aspek lainnya,” kata Sukmo.

Kondisi ini, jelas Sukmo, sangat memprihatinkan. Dari sekitar 507 SD baik negeri maupun swasta, yang sebagian sudah diregrouping, jumlah rata-rata satu sekolah dasar hanya memiliki 2-3 guru PNS, padahal idealnya satu sekolah memiliki 10 guru PNS.

“Saat ini Kabupaten Purworejo masih kekurangan sekitar 2.000 guru. Pada tahun 2023-2025, pengangkatan guru Inpres bakal habis karena memasuki masa pensiun,” jelasnya.

Terkait bekas bangunan SDN yang diregrouping, Sukmo menjelaskan, untuk bangunan SDN yang dibangun diatas tanah milik Pemerintah Daerah (Pemda) maka aset itu milik Pemda.

Sedangkan gedung SDN yang dibangun di tanah milik kas desa maka dikembalikan ke desa. “Untuk bangunannya bisa dihibahkan ke desa dengan syarat mengajukan permohonan ke Bupati,” ujarnya.