SM/Dananjoyo Kusumo RAPID : Rapid test massal yang dilakukan Pemkab Sleman Belum lama ini.

SLEMAN, SM Network – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman akan melakukan rapid diagnostic test (RDT) terhadap pengunjung supermarket Indogrosir.

Rapid test diadakan Selasa (12/5) sampai dengan Kamis (14/5) di GOR Pangukan. Setiap harinya dijadwalkan 500 orang akan diperiksa. Meski ratusan warga akan dikumpulkan dalam satu tempat, Bupati Sleman Sri Purnomo mengklaim tidak akan terjadi pelanggaran protap physical distancing.

“Sudah dibuat sedemikian rupa. Pemeriksaan dibagi dalam lima jalur agar tidak berdesakan,” katanya, Minggu (10/5).
Di lain sisi, dengan jumlah kuota yang dibatasi hanya 1.500 orang dipastikan banyak pengunjung Indogrosir yang tidak bisa ikut rapid test. Terlebih, persyaratan itu hanya diperuntukkan konsumen yang memiliki struk belanja selama rentang waktu 19 April-4 Mei 2020.

Nota itupun hanya berlaku bagi satu orang. Padahal, selama periode itu dilaporkan kurang lebih 15.000 transaksi berlangsung di pusat perbelanjaan Indogrosir yang berlokasi di Jalan Magelang km 6. Artinya jika dikalkulasi, hanya sekitar 10 persen pengunjung selama periode transaksi itu yang bisa diakomodir. Bagi warga yang tidak bisa mendaftar rapid test, Sri meminta agar tidak usah bingung.

Solusi yang ditawarkan, mereka bisa rapid test secara mandiri di rumah sakit yang menyediakan layanan tersebut. Jika tidak bersedia, maka dianjurkan agar tetap tinggal di rumah serta menjaga pola hidup bersih dan sehat.
“Kalau semua pengunjung ikut RDT, jelas tidak mungkin. Yang penting adalah tetap jaga kesehatan dan tidak keluar rumah kecuali kepentingan mendesak, serta mengenakan masker saat berada di luar,” kata Sri.

Namun jika merasakan gejala seperti demam dengan suhu diatas 38 derajat Celcius, tenggorokan sakit, sesak nafas, dan mati rasa, warga diminta untuk segera datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk di-rapid test.


Amelia Hapsari

3 KOMENTAR