SM/Adib Annas Maulana - DITURUNKAN : Sepeda milik wisatawan diturunkan dari angkutan bus di komplek wisata Dieng, Minggu (21/6).

WONOSOBO, SM Network – Masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama lebih dari enam bulan telah menggerus sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo hingga hampir mencapai titik terendah sepanjang sejarah. Tak kurang dari 98 destinasi pariwisata yang ada di Wonosobo, selama pencegahan penyebaran wabah Covid-19 terpaksa ditutup.

Akibatnya, penurunan jumlah wisatawan mencapai 80 persen dibandingkan dengan capaian bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Bahkan, penurunan jumlah wisatawan diprediksi mencapai 90 persen di penghujung tahun ini.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Edy Santoso mengatakan, potensi penurunan wisatawan bisa mencapai 90 persen di akhir Tahun 2020, apabila merujuk pada proyeksi Kementerian Pariwisata RI.

Objek wisata di Kabupaten Wonosobo sebagian besar mengandalkan keindahan alam, dan menjadi daya Tarik bagi wistawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung secara berombongan atau ramai-ramai, ungkap Edy, Kamis (17/9).

Edy mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk menemukan solusi yang tepat diterapkan untuk sektor pariwisata. Salah satunya melalui upaya penerapan protokol kesehatan bagi penyelenggara maupun pengunjung objek wisata.

“Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), setiap pelaku usaha, termasuk di dalamnya pelaku usaha pariwisata diwajibkan untuk menaati protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona,” jelasnya.

Selain itu, kedisiplinan para pengunjung objek wisata, diakui Edy juga menjadi faktor penting dalam upaya menghidupkan kembali Pariwisata Kabupaten Wonosobo di tengah pandemi Covid-19 dengan pola adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Kebiasaan pengunjung di era media Sosial yang cenderung lebih banyak berswa foto (selfie), yang berpotensi menjadi salah satu faktor penularan, disebut Edy bisa disiasati.

“Bagi yang senang berswa foto, saya kira masih bisa dilakukan bahkan apabila hendak melepas masker pelindung, namun wajib memperhatikan apakah kondisi memungkinkan atau tidak, artinya selfie tidak dilakukan misalnya di tengah keramaian rombongan, sehingga lebih aman,”lanjutnya.

Kemudian, ia juga mengimbau agar pengunjung tidak menyerahkan perangkat alat fotografi kepada pengunjung lain yang tidak dikenal, karena hal itu berpotensi menjadi media penular COVID 19. Berwisata berama keluarga dekat yang telah dipastikan keamanan dan kesehatannya juga menurut Edy akan lebih aman dibandingkan apabila bersama rombongan yang belum diketahui kondisi kesehatannya.

2 KOMENTAR