SM? Dananjoyo : Wisatawan melewati pintu detektor suhu badan otomatis di zona 1 kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (26/2).

JOGJAKARTA, SM Network – Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mencatat adanya penurunan kunjungan wisatawan yang sangat signifikan akibat pandemi Covid-19. Pada tahun 2019 angka kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 4.378.600 orang, sementara tahun 2020 kunjungan hanya sebanyak 1.384.781 orang.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko penurunan kunjungan wisata sepanjang 2020 tersebut dipicu berbagai dampak turunan akibat pandemi.

“Mulai dari objek wisata yang memilih tidak beroperasi sementara, masih enggannya wisatawan berkunjung karena khawatir dan berbagai kebijakan yang membatasi mobilitas untuk menekan penularan Covid-19,” jelas Wahyu.

Saat ini sambung Wahyu, Pemerintah Kota Yogya masih terus menginventarisasi permasalahan yang dihadapi dan langkah yang tepat untuk menentukan kebijakan yang tepat di masa pandemi ini.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, Bobby Ardyanto mengatakan untuk kembali pulih di masa pandemi, kampanye dan strategi branding wisata harus menitikberatkan pada sektor kesehatan.

“Kami sedang menginisiasi pembuatan paket wisata yang mana wisatawan merasa terjamin saat berwisata terpenuhi fasilitas layanan kesehatan dan protokol kesehatannya,” katanya.

Dalam paket wisata itu, akan dihadirkan klinik kerja bersama bernama travel coridor yang nantinya tidak semata agen perjalanan wisata menjual paket. Namun juga melibatkan pemerintah setempat masuk dalam layanan khususnya penyediaan fasilitas kesehatan.