Kumpulkan Relawan, Bapaslon Perseorangan Akan Tentukan Arah

PURWOREJO, SM Network – Gagal melanjutkan proses pencalonan sebagai bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati dan wakil bupati jalur perseorangan setelah permohonan sengketanya tidak dikabulkan Bawaslu Kabupaten Purworejo, Slamet Riyanto-Suyanto HS mengumpulkan para relawan untuk menghimpun masukan.

Pertemuan dengan seratusan lebih relawan dari seluruh 16 kecamatan tersebut digelar di rumah makan Mbak Tin Purworejo, Kamis (20/8). Dalam kesempatan itu, perwakilan relawan antara lain menyampaikan tidak terima dengan keputusan yang menyebabkan Slamet Riyanto-Suyanto tidak dapat melanjutkan proses pencalonan. Oleh karena itu, Bapaslon Slamet Riyanto-Suyanto diharapkan tetap mengambil langkah-langkah untuk melanjutkan.

Selain itu, para relawan juga sepakat untuk tetap satu suara dan satu komando terhadap Slamet Riyanto-Suyanto. Menanggapi hal itu, Ketua Tim Advokasi Bapaslon Perseorangan Slamet Riyanto-Suyanto, Imam Abu Yusuf, menyampaikan bahwa dengan sudah adanya keputusan Bawaslu, Slamet Riyanto-Suyanto sudah tidak dapat melanjutkan pencalonan, karena tahapan sudah selesai. Namun, terkait dokumen dukungan yang hilang, bisa diteruskan ke proses hukum.

Selain itu, Slamet Riyanto-Suyanto beserta para pendukung juga dapat menyalurkan aspirasi atau visi-misi kepada salah satu Bapaslon yang bisa diajak berembug selama lima tahun ke depan. “Di situ ada transaksi politik, kontrak politik atas visi misi Pak Slamet dan Pak Suyanto, dititipkan ke sana. Juga transaski berkaitan dengan kebijakan, paling tidak dalam manajemen pemerintahan strategis, Pak slamet dan Pak Suyanto diajak berembug,” katanya.

Sementara itu Slamet Riyanto menyatakan, paska pertemuan tersebut pihaknya akan membentuk tim dari perwakilan relawan dari 16 kecamatan. Pihaknya juga mengapresiasi komitmen para relawan yang akan tetap satu komando.

“Saya dengar sendiri bahwa semua yang datang, perwakilan 16 kecamatan sudah akan menetapkan satu komando. Jadi apa pun yang terjadi. Apa yang nanti jadi pilihan saya dan Pak Yanto untuk menuju satu calon tetap satu komando, sehingga relawan-relawan di 16 kecamatan juga akan komitmen,” katanya saat ditemui seusai pertemuan.

Terkait rencana mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), menurutnya waktu sudah tidak memungkinkan. Tetapi untuk langkah proses hukum, akan dibicarakan terlebih dulu dengan tim. Mengenai masukan agar menitipkan visi-misi kepada salah satu pasangan calon bupati wakil bupati yang nantinya akan maju dalam Pilkada, Slamet Riyanto menyatakan akan dikaji di dalam tim. Menurutnya, untuk menentukan pilihan pasangan calon yang akan didukung perlu dilakukan pencermatan terlebih dulu.

“Kami akan membuat tim dulu dari perwakilan 16 kecamatan, akan kami evaluasi. Harus pencermatan lebih jeli dan evaluasi semua calon. Sehingga nanti kalau kami dan teman-teman sudah menyusun tim ini akan kita arahkan ke salah satu calon tentunya kami akan membuat kontrak-kontrak politik,” imbuhnya.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan