ilustrasi

SEMARANG, SM Network – Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Subandriya menjelaskan polisi melakukan penyekatan kendaraan pemudik di sejumlah pintu masuk tol dan jalur pantura di wilayah hukumnya. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah terkait pemberlakuan larangan mudik untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

“Kami tidak melakukan penutupan (akses jalan) tapi kami lakukan kanalisasi atau penyekatan bagi kendaraan (dari arah Jakarta dan Jawa Barat) yang hendak masuk ke Jawa Tengah,” ungkapnya.

Adapun, lanjut dia, penyekatan tersebut dilakukan untuk menyeleksi apakah kendaraan tersebut merupakan pemudik atau bukan. “Semua kendaraan yang datang akan kami periksa, kami minta untuk menunjukan KTP. Ini untuk mengetahui apakah kendaraan berisi pemudik atau tidak,” ujarnya.

Kalau nantinya KTP yang ditunjukan tersebut, lanjut dia, tidak menyebutkan kalau yang bersangkutan warga Jawa Tengah. Maka, pihaknya tak segan-segan akan meminta kendaraan tersebut putar balik untuk kembali ke daerah pemberangkatan mereka.

“Kalau alamat di KTP menunjukan warga Jawa Tengah kami akan perbolehkan masuk. Tapi mereka harus diperiksa kesehatanya, kalau suhu badannya tinggi atau kurang sehat langsung kami bawa ke rumah sakit. Tapi kalau alat KTP bukan warga Jawa Tengah kami akan mengembalikan mereka (ke daerah asal pemberangkatan),” jelasnya.

Namun kalau yang bersangkutan membawa surat tugas dari instansi tempatnya bekerja, maka pihaknya akan memberikan kompensasi atau toleransi. “Manakala memang dari instansi atau kelembagaan yang memberikan tugas kepada stafnya dengan dilampiri surat tugas. Tentu kita toleransi juga (akan diberikan akses jalan),” ujarnya.

Terkait skenario penyekatan, Subandriya membeberkan, kanalisasi akan mulai dilakukan di ruas tol Pejagan. “Kalau lolos di Pejagan, kami sudah siapkan penyekatan di gerbang Tol Brebes Timur,” ungkapnya.

Dalam pelaksaannya, lanjut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh jajaran yang berada di daerah tersebut. “Koordinasi kami lakukan supaya pelaksanaan penyekatan terhadap kendaraan yang akan masuk ke Jawa Tengah benar-benar selektif,” ujarnya.

Selain di jalur tol pihaknya juga melalukan penyekatan di jalur pantura atau non tol di wilayah hukum Polda Jateng. Secara keseluruhan ada sembilan lokasi yang menjadi titik penyekatan. Diantaranya di wilayah Cilacap dan Brebes untuk wilayah yang berbatasan dengan Jawa Barat, Magelang dan Prambanan untuk perbatasan dengan Yogyakarta serta Wonogiri, Sragen, Blora dan Rembang untuk perbatasan Jawa Timur.

1 KOMENTAR