Kru Kapal Pesiar World Dream asal Magelang Kembali ke Tanah Air dengan Sehat

MAGELANG – Sempat dilanda kekhawatiran, akhirnya Sugiyatno (65) merasa lega anaknya yang turut menjadi kru Kapal Pesiar World Dream sudah bisa kembali ke tanah air. Meskipun kini harus menjalani karantina selama dua pekan di Pulau Sebaru Kepulauan Seribu bersama dengan yang lain. 

“Anak saya, Robbi Ilmansyah ada di kapal pesiar itu saat terdengar kabar kapal ditolak berlabuh di beberapa negara gara-gara virus Corona (Covid-19). Ilman kerja jadi house keeper hotel di kapal itu,” ujarnya di kediamannya Kampung Jambon Wot RT 7/6 Kelurahan Cacaban, Kota Magelang, Senin (2/3).

Yatno menuturkan, anaknya mengabarkan sedang berada di tengah laut Pasifik, karena kapal pesiarnya ditolak berlabuh di beberapa negara, termasuk Indonesia. Hal ini dialami setelah ada kabar salah satu penumpang terindikasi kena virus Corona saat berlabuh di Hongkong.

“Kata anak saya, sebenarnya saat berlabuh di Hongkong dan kembali berangkat semua penumpang dan kru kapal dalam kondisi baik. Namun, saat kapal sudah berlayar terdengar kabar kalau salah satu penumpangnya yang turun di Hongkong terindikasi virus Corona,” katanya.

Dampak dari kabar itu, katanya, kapal yang dinaiki Ilman terkatung-katung di lautan, karena saat ingin bersandar ditolak, seperti di Malaysia bahkan di Indonesia juga. Meskipun, Ilman dan kru lainnya ketika itu sudah memegang sertifikat sehat dari otoritas Hongkong dan tim kesehatan kapal.

“Namun, mungkin karena sebagai bentuk antisipasi negara yang akan disandari kapal megah itu menolak. Anak saya ngabari tanggal 22 Februari, katanya masih di tengah lautan. Harusnya 19 Februari sudah bersandar di Malaysia,” tuturnya didampingi sang istri, Siti Nuriah (63).

Ia mengaku,  makin khawatir saat anaknya tidak lagi memberi kabar sejak tanggal 22 Februari sampai akhirnya mengabarkan pada 28 Februari sudah dijemput oleh pemerintah Indonesia untuk menjalani karantina di Kepulauan Seribu.

“Saya langsung lega, anak saya bisa dijemput oleh pemerintah Indonesia dan menjalani karantina. Sekarang belum komunikasi lagi, karena mungkin dibatasi,” jelasnya.

Yatno mengemukakan, anaknya sudah bekerja di Kapal Pesiar Word Dream sekitar 2,5 tahun dan sudah empat kali keberangkatan. Dalam sekali keberangkatan berlayar selama 7-9 bulan. Sedianya untuk keberangkatan yang keempat ini sudah selesai masa tugasnya pada 19 Februari lalu.

“Keberangkatan keempat berangkat pada Juli 2019 lalu dan bulan ini pulang untuk liburan selama tiga bulan. Sekarang tertunda sebentar, karena harus dikarantina dulu. Tidak apa-apa, yang penting anak saya sehat dan bisa pulang ke tanah air,” paparnya.

Ilman merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Sebelum bekerja di kapal pesiar, pemuda kelahiran 1995 itu menjalani pendidikan perhotelan di SMK 3 Magelang dan lulus sekitar tahun 2012. Saat ini keluarga masih terus memantau perkembangan anaknya di karantina.


Asef Amani

1 Komentar

  1. 310704 890358Aw, this became an very nice post. In thought I would like to devote writing such as this moreover – taking time and actual effort to make a quite excellent article but exactly what do I say I procrastinate alot and by no means find a method to get something completed. 737615

Tinggalkan Balasan