SM/Dananjoyo : Uji coba Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta-Solo, berangkat dari Stasiun Yogyakarta, di Yogyakarta, Rabu (20/1).

JOGJAKARTA, SM Network – Masyarakat Yogya-Solo dan sekitarnya akan dapat menikmati tambahan kemudahan mobilitas dengan hadirnya layanan transportasi Kereta Commuter atau Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta-Solo.
Rencananya KRL tersebut akan beroperasi komersial untuk masyarakat pada 10 Februari mendatang. Saat ini pemerintah masih melakukan uji coba integrasi sarana dan prasarana kereta listrik ini.

Saat ini dari 20 Januari hingga 31 Januari mendatang uji coba diperuntukkan bagi stakeholder. Setelah itu dilanjutkan uji coba dengan masyarakat umum pada 1 Februari-9 Februari mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya.

Ia menjelaskan pada 10 Februari mendatang akan berjalan secara komersial.

“Saat ini konstruksi fisik sudah 91,75%,” katanya.

Putu membeberkan bahwa panjang jalur kereta api dari Yogyakarta-Solo ini mencapai 60 kilometer dengan menelan biaya investasi mencapai Rp 1,2 triliun.
Pada dasarnya, sambungnya, multi rail ini sudah ada dari tahun 1994 yang menjadi jalur kereta Prambanan Ekspres (Prameks). Namun, dibutuhkan pekerjaan modifikasi elektrifikasi untuk menjadi lintasan KRL.

Penertiban lahan untuk jalur simpan, kabel PLN yang banyak melintas di jalur KA, perubahan desain track layout emplasemen solo balapan, serta pengadaan material import yang terhambat saat pandemic Covid. – 19, menjadi tantangan pembangunan KRL.

Sebagai informasi, jalur operasional commuter wilayah 6 mulai dari Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo, Stasiun Brambanan, Stasiun Srowot, Stasiun Klaten, Stasiun Ceper, Stasiun Delanggu, Stasiun Gawok, Stasiun Purwosari, dan berakhir di Stasiun Solo Balapan.

Untuk naik KRL ini dibutuhkan kartu multi trip (KMT), Commuter Pay, uang elektronik bank, dan pembayaran QR Code. Sementara bagi pengguna ponsel android dapat menggunakan fitur NFC untuk melakukan pengecekan KMT melalui aplikasi KRL Access.

Sesuai keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1385 Tahun 2020 tentang Penetapan Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021, maka layanan KA di relasi Stasiun Kutoarjo-Stasiun Solo Balapan akan dikenakan tarif Rp8.000, sama dengan tarif KA Prameks yang selama ini sudah melayani koridor Yogyakarta-Solo.