SM/Dananjoyo : Warga melintas di depan mural yang terpampang di tembok warga di Kampung wisata Tamansari, Patehan, Keraton, Yogyakarta, kemarin.

JOGJAKARTA, SM Network – Menelusuri gang-gang kecil di sekitar objek wisata Tamansari selalu memberikan kesan yang berbeda, mulai dari nuansa seni yang kental hingga keramahan warganya.

Tepatnya di Kampung Taman RW 08 RT 31 dan 33, Kelurahan Patehan, Kecamatan Keraton, di gang-gang kecil di sekitar objek wisata Tamansari, tampak puluhan gambar tembok atau mural digoresi warna-warna cerah.

SM/Dananjoyo : Warga melintas di depan mural yang terpampang di tembok warga di Kampung wisata Tamansari, Patehan, Keraton, Yogyakarta, kemarin.

Dengan mengambil tema kebudayaan dan lingkungan terpajang mural di gang sempit yang hanya bisa dilalui becak sepanjang hampir 100 meter ini mengangkat tajuk Mural Kampung Taman Tamansari, tujuannya untuk memberikan nuasa baru berwisata di kampung di belakang Keraton Yogyakarta ini.

Bakti Wibawa, adalah orang dibalik ide pembuatan mural tesebut.

“kami ingin memperindah kampung agar ke depannya dapat menjadi daya tarik lebih bagi para wisatawan yang berkunjung ke sini dan responnya cukup bagus,” ujar Bakti Wibawa yang juga Ketua Panitia Mural Kampung Taman, di Tamansari, kemarin.

SM/Dananjoyo : Warga melintas di depan mural yang terpampang di tembok warga di Kampung wisata Tamansari, Patehan, Keraton, Yogyakarta, kemarin.

Dinding tembok yang dulunya hanya dibiarkan kusam tergerus cuaca, kini berubah menjadi galeri seni mural terpanjang di Kampung Taman ini.

Mulai dari mural bertema sederhana seperti bermain layangan yang dipadukan dengan cerita lucu nan menggelitik, gambar Pangeran Mangkubumi hingga tema Covid-19 yang sedang masih bersama kita saat ini.

“Tembok-tembok ini awalnya hanya didiamkan saja dan setelah kita matur (ijin), akhirnya mendapat ijin bahkan support dari pemilik tembok. Saat ini juga banyak warga yang minta dimural tembok rumahnya,” ungkapnya.

Bakti juga menambahkan, beragam mural yang tergoreskan dengan indah ini merupakan hasil karya dari puluhan seniman yang berasal dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

“Mereka kami ajak untuk menghias kampung ini tanpa ada bayaran apapun karena semua ini swadaya dari warga. Mereka justru senang dapat menyalurkan ide kreatif yang terpendam selama pandemi ini,” tambahnya.

Dengan adanya mural ini, Kampung Taman Tamansari diharapkan kembali dapat menjadi sentral daya tarik kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

“Silahkan datang, boleh selfi, atau berfoto bersama keluarga maupun teman-teman. Malam juga bisa, ada lampunya dan yang terpenting tetap mengedepankan protokol kesehatan,” pungkas Bakti.

Untuk diketahui sekitar 16 kelompok dengan total 25 seniman terlibat dalam proyek mural yang dikerjakan hanya dua minggu ini. Selain itu ada juga warga sekitar yang ikut menuangkan karyanya sendiri.

Dua lima seniman tersebut berasal dari sejumlah daerah seperti Solo, Sumatera Barat dan lainnya. Bahkan ada juga seniman yang berasal dari negara lain seperti Yunani, Finlandia dan Serbia.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here