KPU Sleman Diduga Tidak Netral, Bawaslu Turun Tangan

SLEMAN, SM Network – Status dan video yang diunggah oleh akun twitter resmi KPU Sleman, Sabtu (14/11) dini hari, dituding tidak netral. Pasalnya, status itu hanya menampilkan visi misi pasangan calon Pilkada Sleman 2020 nomer urut tiga Kustini Sri Purnomo, dan Danang Maharsa.

Munculnya konten itu sempat membuat heboh warganet yang mempertanyakan netralitas KPU. Selang beberapa jam, status tersebut kemudian dihapus dan akun twitter KPU Sleman dinonaktifkan.

“Pihak KPU perlu segera menjelaskan kepada publik secara transparan. Jika ditemukan unsur kesengajaan, harus ada sanksi tegas demi menjaga marwah netralitas KPU sebagai penyelenggara Pemilu,” kata aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba.

Dia meminta kepada Bawaslu Sleman dan Bawaslu DIY, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk mengusut tuntas persoalan ini. Saat dikonfirmasi, Divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar membenarkan bahwa akun itu adalah resmi milik KPU. “Kami sudah lakukan pleno internal dan diputuskan perlu untuk melakukan kajian lebih jauh,” katanya.

Setelah mendapat informasi tersebut, Bawaslu kemudian meminta keterangan kepada pihak KPU Sleman. Tidak tertutup kemungkinan, pihak-pihak lain yang terkait juga akan dipanggil. Jika semua informasi sudah terkumpul, Bawaslu baru akan memutuskan ada atau tidaknya pelanggaran.

“Kami tidak mau terburu-buru memutuskan,” tukasnya.

Menurut Arjuna, isi konten yang diunggah itu memang dirasa tidak berimbang. Namun juga perlu ditelusuri alasan hal itu bisa terjadi. Sebab, di akun media sosial resmi lainnya milik KPU Sleman tidak ada permasalahan.

Mengklarifikasi persoalan ini, Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi menjelaskan, konten sosialisasi berupa video yang memuat visi misi program paslon Bupati dan Wabup Sleman 2020 tersebut juga diunggah di akun medsos lain seperti facebook, instagram, dan Youtube. Di ketiga platform tersebut, konten terunggah secara utuh.

“Konten di twitter itu tidak terunggah utuh. Kami juga akan menelusuri dan berkoordinasi dengan pihak yang berkompeten di bidang teknologi informasi,” kata Trapsi.

Setelah mengetahui adanya masalah pada konten di twitter, pihaknya langsung menghapus dengan tujuan agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. “Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami selalu berkomitmen untuk menyelenggarakan Pemilu secara transparan, independen, dan berintegritas,” tutup Trapsi.

Tinggalkan Balasan