ilustrasi

WONOSOBO, SM Network – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonosobo membutuhkan tambahan anggaran Rp 15 Milyar untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Pembengkakan anggaran tersebut akibat adanya penambahan 300 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain itu KPU juga harus menyiapkan sejumlah alat pelindung diri di TPS mengingat pandemi Covid-19 diprediksi masih terus berlangsung hingga 9 Desember mendatang.

“Saya perkirakan kita masih membutuhkan anggaran Rp 15 milyar. Kita sudah mengusulkan Rp 19 milyar. Kalau untuk protokol kesehatan ini diambilkan dari APBN. Sedangkan anggaran sebelumnya Rp 44,7 miliar dari APBD Kabupaten,” ujar Ketua KPU Wonosobo, Asma Khozin saat ditemui di Kantor KPU setempat baru-baru ini.

Tambahan anggaran ini, sebutnya, diperlukan untuk penerapan protokol kesehatan selama Pilkada, diantaranya kebutuhan masker, sarung tangan, hingga termo scan untuk proses pencoblosan.

Anggaran juga diperlukan untuk penambahan TPS karena jumlah pemilih per TPS maksimal dibatasi 500 pemilih, dari sebelumnya sebanyak 1.650 TPS menjadi 1.950 TPS.

“Saya yakin tak ada gangguan anggaran. Pun semisal anggaran dari APBN tersendat, kita juga sudah punya berbagai skema untuk antisipasi, misal mengurangi porsi sosialisasi dan sebagainya,” ucapnya.

Protokol kesehatan ketat, dijelaskan Asma, sangat penting dilakukan mengingat jumlah kasus Covid-19 di Wonosobo masih terus bertambah. Baik petugas maupun masyarakat perlu disiplin untuk mencegah terjadinya penularan ketika pemilihan berlangsung.

“Pilkada nanti jangan sampai menjadi kluster penularan Covid-19. Dalam Pilkada di tengah pandemi KPU tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ada kesadaran bersama. Baik petugas, aparat, maupun masyarakat harus bahu membahu untuk mensukseskan Pilkada meski corona belum berakhir,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here