Ini Lokasi Yang Bakal Jadi Mall 15 Lantai di Magelang

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang mulai mensterilkan eks gedung Magelang Teater (MT) di Jalan A Yani, kawasan Alun-alun Kota Magelang, Rabu (5/2). Sejumlah pengusaha yang menyewa di lokasi itu pun sudah mengosongkan dagangannya.

Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, lahan seluas 4.750 meter persegi di pusat kota itu sudah mendapat investor sejak akhir tahun 2019 lalu. Kini, pemenang investor tinggal menjadikan bekas gedung bioskop itu menjadi sebuah mall yang megah.

“Investornya dari Bandung, dengan nilai investasi mencapai Rp 210 miliar. Harapannya mall ini bisa memberdayakan masyarakat, dengan peningkatan kesejahteraan dan juga penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Dia menuturkan, sejumlah syarat sudah dipaparkan Pemkot Magelang kepada investor. Salah satunya mewajibkan investor untuk menyatukan beberapa fasilitas publik di dalamnya seperti mall, hotel, dan bioskop.

“Pemerintah mensyarakatkan ada teater atau bioskop ini untuk tetap mempertahankan ciri khas dari gedung MT. Hal ini karena sudah bertahun-tahun gedung MT bahkan menjadi legenda bioskop di Magelang,” katanya.

Gedung mall baru di atas lahan milik pemerintah daerah tersebut, katanya, diproyeksikan menjadi bangunan ikonik Kota Sejuta Bunga. Pasalnya, akan ada 15 lantai di gedung ini.

“Kalau sudah berdiri, kemungkinan menjadi gedung tertinggi yang ada di Kota Magelang. Untuk 15 lantai ini memang menjadi yang maksimal berdasarkan aturan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Wawan Setiadi mengutarakan, selain wajib memiliki mall, hotel, dan bioskop, hasil perjanjian dengan investor bahwa di dalam gedung juga harus disediakan mall pelayanan publik (MPP).

“Organisasi perangkat daerah (OPD) bisa memanfaatkan fasilitas itu untuk menunjang layanan. Misalnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), DPMTSP, dan lain sebagainya, boleh memanfaatkan gedung yang telah disediakan di situ,” jelasnya.

30 Tahun

Dijelaskannya, investor membangun bekas gedung MT ini telah menandatangani kontrak dengan sistem bangunan guna serah (BGS) selama 30 tahun. Lantas setiap tahunnya, konsultan penilai independen akan menganalisa hasil perputaran ekonomi di kawasan mall baru untuk menentukan jumlah nominal yang wajib dibayarkan kepada Pemkot Magelang.

“Total omzetnya nanti dihitung tim penilai independen, sehingga akan ditemukan berapa nominalnya yang harus dibayarkan kepada pemerintah. Kalau pada tahun pertama kita prediksikan senilai Rp 330 juta, dan akan terus naik di tahun-tahun berikutnya,” terangnya.

Wawan menilai, gedung ini akan selesai dibangun selama dua tahun. Sementara, di bekas gedung saat ini akan dipilah mana yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Meskipun secara studi kelayakan, pernah ada kajian jika gedung MT ini sebenarnya sudah tidak layak pakai. Tetapi kita tetap akan memilah nanti barang-barang yang masih bernilai ekonomi akan kita berdayakan,” imbuh Sekretaris BPKAD Kota Magelang, Nanang Kristiyanto. 


Asef Amani

Tinggalkan Balasan