Korona Melejit 191 Kasus Lima Pasar Tradisional Ditutup

TEMANGGUNG, SM Network – Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengaku prihatin dengan terus melejitnya jumlah kasus Covid-19 atau korona di wilayahnya yang saat ini tembus angka 191. Melihat kenyataan itu, pihaknya telah melakukan rapat dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dengan kesimpulan jumlah terbanyak dari klaster pasar tradisional, sehingga akan dilakukan penutupan sementara pasar yang menjadi episentrum penularan.

Menurut dia, sejak dilakukan rapid test secara massal lanjut swab, hasil yang positif terus meningkat sampai hari ini ada 191 kasus, dengan 31 sembuh dan 1 orang meninggal dunia, sehingga masih ada 159. Ini termasuk tinggi di Jawa Tengah angka ke 2 setelah Kota Semarang. Penularan terjadi awal mula dari ODP dan OTG yang kita minta melakukan karantina mandiri di rumah tapi ternyata tidak disiplin karantina sehingga membuat virus menular kemana-mana.

“Menjelang lebaran terjadi peningkatan aktivitas warga secara signifikan terutama di pasar-pasar tradisional dan terjadilah penularan. Selain juga ada klaster lain, yakni pemudik dari luar kota dan luar negeri. Dalam beberapa hari ke depan pasar-pasar yang menjadi episentrum akan kita lakukan disinfeksi di mana pasar akan kita tutup 2 hari dan dilakukan penataan ulang,”ujarnya Jumat (12/6).

Setidaknya ada 5 pasar tradisional di Kabupaten Temanggung yang sangat siginfikan menjadi episentrum penularan dan akan ditutup, yakni Pasar Ngadirejo (15 kasus), Pasar Gemawang (15 kasus), Pasar Gondang Menggora Tembarak , Pasar Jumo, dan Pasar Kandangan. Lalu ada beberapa pasar yang menjadi episentrum penyebaran meski angkanya kecil, yakni Pasar Kranggan Bawah (3 kasus), dan Pasar Temanggung (2 kasus).

Dikatakan, penataan ulang agar para pedagang tidak terlalu berdekatan, agar pengunjung tidak berdesak-desakan. Akan memanfaatkan pula free public space di sekitar pasar seperti tempat parkir, sehingga nanti ada pedagang yang sebagian akan ditempatkan di luar pasar. Dengan demikian, proses jual beli tetap berlangsung namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Bila pasar menjadi episentrum penularan dan tidak dilakukan antisipasi justru nanti pembelipun tidak berani datang.

“Pada saat peliburan pasar itu juga akan kita manfaatkan untuk konsolidasi selanjutnya bagaimana penataan pintu masuk dan keluar supaya lebih aman. Misal dilakukan pemeriksaan untuk setiap pengunjung dan harus pakai masker, diperiksa oleh tenaga medis apabila suhu tinggi tidak diperbolehkan masuk. Kepada pedagang ada karena hanya sementara kepada masyarakat kalau tidak bisa berdagang sehari dua hari mohon pengeretiannya, ini untuk kepentingan bersama agar menjadi aman,”katanya.

Disebutkan, penataan pasar sesuai jadwal Pasar Ngadirejo akan dilakukan persiapan dan sosialisasi tanggal 13-16 Juni ditutup 17,18,19 selanjutnya tanggal 20 beroperasi normal sesuai protokol Covid-19. Pasar Kandangan persiapan, sosialisasi 13-16, ditutup 17,18 dibuka kembali 19 Juni.

Pasar Tembarak persiapan, sosialisasi 13, 18 Juni, ditutup 19,20,21 dibuka kembali 22 Juni 2020, Pasar Gemawang sosialisasi 12,14 Juni ditutup 15,18 tanggal 19 Juni beroperasi kembali. Pasar Jumo sosialisasi dan persiapannya akan dilaksanakan 13,14 ditutup 15,16,17 dibuka kembali 18 Juni 2020.


K41/Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan