Korban Kejahatan Berhak Peroleh Bantuan Psikososial

YOGYAKARTA, SM Network – Korban tindak pidana dalam kasus tertentu berhak mendapat bantuan dari negara. Selain medis dan psikologis, ada pula bantuan rehabilitasi psikososial. Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo menjelaskan, rehabilitasi psikososial merupakan bentuk layanan yang bertujuan agar korban bisa kembali berinteraksi secara wajar di lingkungan sosialnya.

Layanan ini dapat berupa bantuan modal, pelatihan pengembangan usaha, pendidikan maupun pekerjaan.”Layanan psikososial memiliki tantangan tersendiri. Meski di dalam UU disebutkan mandatnya diberikan kepada kami, namun dalam praktik, LPSK tidak dapat menjalannya sendiri,” kata Hasto.

Saat ini, lembaganya sedang membangun skema bantuan psikososial bagi korban. Salah satu upayanya adalah membentuk tim khusus yang bertugas memetakan program bantuan serupa yang ada di tingkat lembaga pemerintah maupun swasta, dan kelompok masyarakat. Belum lama ini, LPSK dengan dukungan Lazismu telah menyalurkan bantuan psikososial berupa modal usaha, beasiswa pendidikan, dan biaya pengobatan bagi 2 korban KDRT dan 4 korban penganiayaan berat.

Selain itu akan diserahkan 1.000 paket bantuan ketahanan pangan berupa makanan kaleng bagi korban terlindung LPSK yang ada di wilayah DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. “Disamping Lazismu, kami juga menggandeng Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun untuk mengadakan pelatihan urban farming tentang metode tabulampot, dan pembuatan kompos praktis,” papar Hasto.

Wakil Ketua LPSK Manejer Nasution menambahkan, pemberian bantuan psikososial termasuk modal usaha, sudah beberapa kali dilaksanakan. Namun karena keterbatasan anggaran, pihaknya harus bekerjasama dengan berbagai lembaga.

“Contohnya, sekarang kami sedang menjajaki kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait budidaya ikan di lahan sempit. Berbagai upaya itu diharapkan bisa membantu korban tindak pidana agar berdaya secara ekonomi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan