Korban Covid-19 di Purworejo Terus Meningkat

PURWOREJO, SM Network – Sejumlah kebijakan diambil oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Pasalnya, jumlah korban yang terpapar virus corona (Covid-19) ini terus meningkat.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk penanganan Covid-19, dr Darus, mengungkapkan, sampai dengan Rabu (22/04/2020), jumlah terkonfirmasi Covid-19 mencapai 13 orang. Satu diantaranya dinyatakan sembuh, sianya menjalani isolasi di RSUD Tjitrowardojo.

“Hari ini, terkonfirmasi positif bertambah 6 orang, yang berasal dari klaster Gowa. Mereka terdiri dari 2 warga Kemiri, 2 warga Purwodadi, 1 warga Banyuurip dan 1 warga Bayan, yang semuanya sudah diisolasi di RSUD Dr Tjitrowardojo. Total positif 13, satu sudah sembuh,” ujarnya.

dr Darus juga mengatakan, terdapat satu orang dari Kecamatan Pituruh berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), yang meninggal dunia, pada hari Rabu (22/04/2020). Pasien tersebut meninggal dunia setelah dirawat tiga hari di RS PKU Muhammadiyah Sruweng Kebumen.

Kronologisnya, kata dr Darus, berawal pada hari Minggu (19/04/2020), pasien merasakan tidak enak badan dan berobat di RSU Prembun. Setelah dilaksanakan observasi terdapat gejala mengarah ke Covid-19, kemudian pasien dirujuk ke RS PKU Muhamadiyah Sruweng dan masuk ruang isolasi.

“Pada hari Rabu tanggal 22 April 2020 pukul 06.00 pasien meninggal dunia dan sudah dimakamkan di TPU Sigenuk Desa Brengkol,” katanya.

dr Darus menambahkan, hingga kemarin tercatat ODP berjumlah 1796, dimana 1102 diantaranya sudah selesai pemantauan. PDP berjumlah 33, terdiri dari 23 sembuh, 6 dirawat, dan 4 meninggal. Hasil Swab negatif 26, positif Covid 13, dirawat 12, sembuh 1. OTG berjumlah 266, positif rapid 44.

“Isolasi di RSUD RAA Tjokronegoro yang kemarin berjumlah 12 orang, bertambah empat menjadi 16. Namun 2 diantaranya boleh pulang karena hasil swab negatif, sehingga menjadi 14 orang,” pungkas dr Darus.

Sementara itu Bupati Purworejo, Agus Bastian, mengatakan, pemerintah daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), telah memutuskan alokasi anggaran sebesar Rp 35,8 Miliar untuk keperluan pengadaan alat pelindung diri (APD), obat-obatan dan operasional kesehatan lainya.

Kebutuhan yang diperlukan tenaga medis, seperti rumah singgah juga telah disiapkan. Hal ini bertujuan untuk memberikan fasilitas dan rasa nyaman terhadap seluruh tenaga medis, baik dokter maupun perawat yang bertugas di bangsal pasien Covid-19.

“Kami sudah menyiapkan beberapa tempat, di Hotel Ganesha dan Pusdiklat Kutoarjo. Kalau diperlukan Guest House Pendopo juga siap untuk digunakan. Rumah singgah ini diharapkan dapat memberikan rasa nyaman bagi tenaga medis, serta masyarakat,” kata Bastian, Rabu (22/04/2020).

Untuk meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan masyarakat, pihaknya juga telah mendirikan posko kewaspadaan Covid-19. Terdapat lima posko kabupaten yang terletak di titik perbatasan daerah, diantaranya, Krendetan, Kaligesing, Bener, Butuh dan Pituruh.

“Posko juga didirikan di 16 Kecamatan di Purworejo. Sedangkan di desa, sudah ada 446 posko yang didirikan secara mandiri. Untuk jumlah pemudik per 20 April 2020 jam 18.00 ada sebanyak 25.429 orang. Bagi yang terlanjur mudik, harap segera melapor untuk didata,” katanya.

Untuk mengantisipasi gejolak sosial, kata Bastian, pihaknya juga telah menyiapkan dua tempat pemakaman bagi korban meninggal dunia akibat Covid-19. Pemakaman khusus ini terletak di lahan milik pemerintah daerah, di Gunung Tugel sisi Timur, dan Keseneng.

Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan